Senin, 23 Oktober 2017

Renstra

RENSTRA 2016-2020

 

BAB I

PENDAHULUAN

Rencana Strategis ini merupakan rencana pengembangan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB) Kampus Padangpanjang untuk periode 2016-2020. Rencana Strategis ini dibangun berdasarkan visi fakultas yang merupakan kristalisasi cita-cita dan komitmen bersama tentang kondisi ideal masa depan yang ingin dicapai dengan mempertimbangkan potensi yang dimiliki, permasalahan yang dihadapi dan berbagai kecenderungan (perubahan lingkungan) yang sedang dan akan berlangsung. Berdasarkan visi tersebut, selanjutnya dirumuskan berbagai tujuan dan sasaran yang akan dicapai lima tahun kedepan. Berdasarkan tujuan dan sasaran tersebut, selanjutnya dirumuskan skenario untuk mencapainnya. Skenario yang dimaksud meliputi strategi dan program pengembangan yang perlu ditempuh, beserta indikator-indikator keberhasilannya.

Titik berat Perencanaan Strategi pengembangan fakultas adalah aspek-aspek strategis dalam penyelenggaraan dan pengembangan fakultas. Aspek-aspek strategis yang dimaksud meliputi; (1) kinerja penyelenggaraan pendidikan, (2) kinerja penyelenggaraan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, (3) kinerja manajemen fakultas yang meliputi bidang manajemen sumberdaya insani, keuangan, sumberdaya fisik, pengembangan kampus, administrasi akademik, pengembangan perpustakaan, labor Bahasa, labor komputer, labor IPA dan teknologi informasi, (4) budaya organisasi dan iklim akademik (atmosfir akademik), (5) jaringan kerjasama (networking). Yang perlu mendapatkan penekanan adalah bahwa aspek-aspek tersebut bukanlah sesuatu yang saling terpisah tetapi merupakan suatu kesatuan yang saling terkait.

Penyusunan Rencana Strategis ini dimaksudkan sebagai pedoman untuk penyelenggaraan dan pengembangan fakultas 5 (lima) tahun ke depan. Rencana Strategis ini bukanlah merupakan pedoman yang statis, melainkan dinamis. Artinya, rencana tersebut dapat ditinjau ulang secara periodik, setiap setahun sekali. Peninjauan rencana juga dapat dilakukan sesuai dengan perubahan-­perubahan penting yang diperkirakan berpengaruh secara signifikan terhadap penyelenggaraan dan pengembangan fakultas.

Namun demikian, rencana strategi ini tidak berarti sekedar sebuah dokumen, apalagi sekedar untuk memenuhi kepentingan sangat praktis, semacam kelengkapan  

administratif untuk akreditasi. Rencana Strategi ini disusun berdasarkan kesadaran, kehendak, kebutuhan bersama untuk dijadikan sebuah pedoman bagi penyelenggaraan dan pengembangan fakultas, agar setiap keputusan yang diambil dan setiap langkah yang ditempuh oleh setiap elemen pada setiap level merupakan bagian dari upaya untuk mencapai tujuan bersama yang sudah ditetapkan. Sebagai pedoman penyelenggaraan dan pengembangan fakultas, rencana strategi ini harus menjadi komitmen bersama seluruh elemen penyelenggara fakultas.

Sebagai pedoman penyelenggaraan dan pengembangan fakultas, Rencana Strategi ini perlu dijabarkan dalam berbagai dokumen perencanaan yang lebih operasional. Dokumen perencanaan operasional yang dimaksud adalah Rencana Strategi di tingkat unit, Rencana Tindakan (Action Plan), dan berbagai peraturan penyelenggaraan fakultas yang terletak di 3 (Tiga) program studi, yaitu;

1. Program Studi Pendidikan Matematika.

2. Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.

3. Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris

 

BAB II

FILOSOFI, VISI, MISI, DAN TUJUAN

  • Sebagai bagian dari amal usaha Persyarikatan Muhammadiyah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB) Kampus Padangpanjang bertekad menjadikan "Wacana Keilmuan dan Keislaman sebagai filosofi penyelenggaraan dan pengembangan institusi pendidikan tinggi. Penyelenggaraan dan pengembangan FKIP UMSB Kampus Padangpanjang berusaha mengintegrasikan antara nilai-nilai keilmuan dan keislaman sehingga mampu menumbuhkan kepribadian yang menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, yang dijiwai oleh nilai-nilai keislaman.

 

  • Visi , Misi dan Tujuan

Perguruan tinggi pada hakikatnya merupakan lembaga yang berfungsi untuk melestarikan, mengembangkan, menyebarluaskan, dan menggali ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Selain itu perguruan tinggi juga berfungsi mengernbangkan kualitas sumberdaya manusia dan menghasilkan jasa-jasa. Dalam era globalisasi, informasi, dan interpedensi sebagaimana yang telah, sedang, dan akan berlangsung, peran perguruan tinggi menjadi semakin penting. Dalam era tersebut keunggulan suatu bangsa tidak lagi ditentukan oleh kekayaan sumberdaya alam yang dimilikinya, tetapi lebih ditentukan oleh kualitas sumberdaya manusia, penguasaan informasi, serta penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.

Berkaitan dengan persoalan di atas, eksistensi FKIP UMSB Karnpus Padangpanjang ke depan ditentukan oleh kemampuannya untuk memenuhi tuntutan kebutuhan-kebutuhan tersebut.

Untuk memenuhi tuntutan tersebut, FKIP UMSB Kampus Padangpanjang perlu secara terus-menerus mempertinggi daya saing dan daya juang guna mencapai keunggulan kompetitif berkelanjutan. Berdasarkan landasan filosofi dan pemikiran di atas, FKIP UMSB Kampus Padangpanjang merumuskan visi, misi, dan tujuan penyelenggaraan dan pengembangan sebagai berikut;

 

 

1. Visi

“FKIP UMSB menjadi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang kondusif, bermutu, dan Islami”.

 

2. Mis

  1. pendidikan untuk mendidik calon guru di tingkat sekolah menengah.
  2. pendidikan yang mampu menanamkan kompetensi kepada lulusan sehingga mampu bersaing dalam era globalisasi.
  3. suasana akademik yang kondusif dan Islami dengan memberdayakan seluruh potensi yang dimiliki secara optimal, serta memotivasi civitas akademika dan tenaga pendukung untuk tanggap terhadap pembaharuan (inovasi/tajdid).
  4. kerjasama yang saling menguntungkan dengan lembaga, baik di dalam maupun di luar negeri dalam rangka meningkatkan profesionalitas dosen.
  5. kerjasama yang saling menguntungkan dengan berbagai pihak terkait dalam rangka meningkatkan kualitas PBM.

3. Tujuan

  1. Menghasilkan sarjana yang Islami
  2. Menghasilkan Sumber Daya Manusia yang memiliki daya saing dan kompetitif “Fastabiqul Khairat
  3. Terwujudnya guru yang profesional

BAB III

STRATEGIS, KONDISI, DAN ARAH PENGEMBANGAN

 

A. Isu-Isu Strategis

 

Memasuki millenium ke tiga sekarang ini, penyelenggaraan pendidikan tingkat nasional sedang dan akan menghadapi sejumlah permasalahan. Di antara permasalahan-permasalahan tersebut adalah gejala semakin menguatnya arus globalisasi, pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, dan perubahan arah kebijakan pendidikan, khususnya pendidikan tinggi.

 

Isu lain yang perlu mendapatkan perhatian dalam penyesuaian Rencana Strategi adalah implementasi otonomi pendidikan. Pemberlakuan otonomi perguruan tinggi mempunyai implikasi-implikasi sebagai berikut: (1) pengurangan subsidi pemerintah terhadap Perguruan Tinggi Negeri (PTN), (2) strategi yang ditempuh oleh PTN dalam menggali sumber dana lain di luar subsidi pemerintah, dan (3) strategi yang ditempuh oleh perguruan tinggi (PTN dan PTS) dalam memenangkan persaingan antarperguruan tinggi, terutama dalam menjaring calon mahasiswa.

 

Dalam kaitannya dengan implementasi otonomi pendidikan tinggi, PTN bagaimanapun berada dalam posisi lebih diuntungkan dari pada PTS, karena dua alasan. Pertama, pemerintah masih memberikan subsidi yang berupa gaji pegawai negeri, sehingga PTN tidak perlu susah-susah mencari dana untuk menggaji karyawan. Kedua, rata-rata PTN telah memiliki sumber daya manusia yang lebih baik daripada rata-rata PTS, terutama dalam aspek jabatan akademik dosen, meskipun dalam hal kewirausahaan (entrepreneurship) rata-rata PTS relatif telah memiliki pengalaman lebih baik dari pada rata-rata PTN.

Kaitannya dengan strategi yang ditempuh oleh perguruan tinggi lain dalam mengimplementasikan otonomi pendidikan tinggi, terdapat kecenderungan bahwa sebagian besar perguruan tinggi terutama PTN, akan menambah daya tampung mereka agar lebih banyak calon mahasiswa yang diterima di perguruan tinggi yang bersangkutan. Kecenderungan penggunaan strategi ini mulai terlihat secara signifikan

sejak tahun akademik 2014/2015 sampai sekarang. Strategi tersebut berkonsekuensi logis pada menurunnya jumlah pendaftar pada sebagian besar PTS se-Sumatera Barat pada tiga tahun terakhir.

Dalam kaitannya dengan strategi yang ditempuh oleh perguruan tinggi (PTN dan PTS) dalam memenangkan persaingan antarperguruan tinggi terutama dalam menjaring calon mahasiswa baru terdapat kecenderungan bahwa masing-­masing perguruan tinggi akan bersikap proaktif, terutama dalam membangun berbagai jaringan (networking) dengan berbagai institusi untuk berbagai keperluan, baik pendidikan, penelitian maupun pengabdian pada masyarakat. Konsekuensinya  adalah bila PTS tidak siap dengan langkah-langkah serupa, maka dapat diperkirakan bahwa PTS akan selalu tertinggal di belakang dan tidak mampu mengakses berbagai resources yang ada di berbagai institusi.

 

B. Kondisi FKIP UMSB

Hal yang perlu mendapatkan perhatian dalam perumusan Rencana Strategis adalah kondisi internal institusi sendiri, baik kaitannya dengan kekuatan dan kelemahan maupun langkah-langkah yang dapat ditempuh untuk meningkatkan kekuatan dan rnengurangi kelemahan. Oleh karena itu, perlu mengidentifikasi secara lebih cermat dan jujur kekuatan-kekuatan dan kelemahan-kelemahan tersebut serta dapat merumuskan strategi yang tepat untuk mengoptimalisasikan kekuatan dan rneminimalisasikan kelemahan tersebut.

Di antara kekuatan-kekuatan yang dimiliki FKIP UMSB saat ini adalah sebagai berikut:

1. Pendidikan dan Pengajaran

1.1. Sudah memiliki struktur dan sinopsis mata kuliah

1.2. Dosen sudah membuat RPP dan bahan ajar

1.3. Sudah memiliki pedoman/panduan akademik

1.4. Evaluasi pelaksanaan pembelajaran melalui kuisioner

1.5. Mahasiswa memiliki motivasi belajar yang tinggi

2. Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

1. Sebagian dari hasil penelitian sudah diterbitkan di jurnal

2. Telah memiliki jurnal sendiri

3. Sudah melakukan kegiatan-kegiatan pengabdian pada masyarakat

3. Pendidikan AIK

1. Pembelajaran AIK secara tatap muka sudah terlaksana

2. Adanya panduan dan silabus AIK

3. Adanya tim mentoring materi AIK dari mahasiswa senior

4. Mahasiswa sudah memakai pakaian muslim dan muslimah

4. Pengembangan Tenaga Pendidik dan Kependidikan

1. Sudah memiliki dosen sesuai dengan mata kuliah yang diampu dan mempunyai jabatan akademik

2. Sebagian dosen sedang mengambil S.3

3. Sudah memiliki dosen tetap Yayasan (UMSB) dan Kopertis (PNSD)

4. Sudah memiliki staf administrasi sesuai dengan bidang dan keahliannya

5. Pelayanan administrasi sudah terlaksana

6. Memiliki pengalaman dalam mengelola sumberdaya secara mandiri

5. Pelayanan Pendidikan

1. Memiliki kampus yang strategis dalam kota Padangpanjang

2. Memiliki ruang belajar milik sendiri yang kondusif

3. Memiliki labor Bahasa, labor IPA, dan labor Komputer,

4. Memiliki ruang pustaka

5. Memiliki buku referensi pembelajaran

6. Memiliki ruangan kantor pimpinan

7. Sudah memiliki ruang kantor administrasi

8. Sudang memiliki ruang kantor organisasi kemahasiswaan

9. Memiliki tempat ibadah (masjid kampus)

10. Sudah terlaksana K.3 dalam kampus

11. Memiliki dukungan persyarikatan dan warga Muhammadiyah

Di samping kekuatan tentu ada kelemehan-kelemahan yang dimiliki oleh FKIP UMSB kampus Padangpanjang, sebagai berikut;

1. Pendidikan dan Pengajaran

1. Belum memiliki kurikulum secara komprehenshif

2. Masih ada mahasiswa yang  lama penyelesaian masa studinya.

3. Kurangnya minat masyarakat untuk kuliah di FKIP UMSB

2. Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

1. Kurangnya minat sebagian dosen melakukan penelitian

2. Penerbitan jurnal belum sesuai dengan target

3. Rendahnya kemauan dosen untuk memasukan tulisan ke jurnal ilmiah

4. Kurangnya dokumentasi kegiatan pengabdian masyarakat

5. Sebagian kegiatan pengabdian masyarakat belum sesuai dengan bidang keahlian

3. Pendidikan AIK

1. Kualitas pelaksanaan AIK belum memadai

2. Mentoring AIK belum efektif

3. Kegiatan ektrakurikuler AIK belum terlaksana secara maksimal

4. Sebagian mahasiswa belum optimal melaksanakan pergaulan secara Islami

5. Belum memadai keteladanan AIK oleh dosen dalam kehidupan kampus

4. Pengembangan Tenaga Pendidik dan Kependidikan

  1. Kurangnya minat dosen melaksanakan kewajiban dalam bidang penelitian
  2. Beberapa dosen belum melakukan pengabdian masyarakat
  3. Belum semua staf  administrasi sebagai tenaga tetap yayasan
  4. Kesejahteraan bagi staf administrasi dan pengajar tetap belum memadai
  5. Kualitas pelayanan administrasi belum prima
  6. Aspek-aspek kinerja baik yang terkait dengan proses pembelajaran (dosen, kurikulum, metode, output, dll) dan yang terkait dengan manajemen (financial dan sarana-prasarana) masih memerlukan banyak perhatian
  7. Kualitas sumber daya insani secara individual masih rendah.

5. Pelayanan Pendidikan

  1. Belum semua ruang belajar memakai kelengkapan belajar
  2. Ruangan dan kelengkapan peralatan labor belum memadai
  3. Buku referensi pembelajaran belum memadai
  4. Sebagian ruang kantor belum memadai
  5. Penataan lingkungan kampus masih kurang asri
  6. Perhitungan terhadap berbagai perkembangan masa depan belum didasarkan atas informasi atau data-data yang konkret dan akurat.
  7. Belum banyak memanfaatkan sumber-sumber lain di luar dana yang diperoleh dari mahasiswa, melalui berbagai jaringan kerjasama (networking).

C. Arah Pengembangan

Berkaitan dengan permasalahan-permasalahan tersebut maka eksistensi dan keberlanjutan FKIP UMSB tergantung pada kemampuan-kemampuan sebagai berikut :

  1. emampuan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa secara terus menerus sehingga memiliki daya saing yang tinggi.
  2. emampuan untuk mengembangkan berbagai kegiatan akademis (academic enterprises) secara berkelanjutan. Dalam hal ini FKIP UMSB sebagai pengelola ilmu harus mampu menghasilkan output keilmuan sesuai dengan kebutuhan dunia pendidikan dan kebutuhan masyarakat.
  3. emampuan membangun manajemen perguruan tinggi yang efisien, efektif, akuntabel, dan transparan dalam rangka rnembangun fakultas governance.
  4. emampuan meningkatkan eksistensi civitas akademika secara berkelanjutan.
  5. emampuan meningkatkan modal sumberdaya insani secara berkelanjutan.
  6. emampuan FKIP UMSB untuk membangun jaringan dengan berbagai institusi baik untuk kepentingan-kepentingan pendidikan, penelitian, pengabdian pada masyarakat, maupun untuk kepentingan penggalian dana (fund-raising).

7. Kemampuan untuk membangun dan merenovasi sarana dan prasarana pendidikan, seperti ruang pertemuan, kuliah, kantor, labor bahasa, labor IPA, labor komputer, labor Matematika, labor Mikro Teaching, ruang pustaka prodi, dan ruang Internet.

BAB IV

TUJUAN, SASARAN, STRATEGI, DAN PRIORITAS PROGRAM

A. KUALITAS AKADEMIK LULUSAN

 

1. Dasar Pemikiran

Salah satu tolak ukur kualitas perguruan tinggi adalah daya saing lulusannya dalam pasar kerja. Untuk dapat menghasilkan lulusan yang mampu memenangkan persaingan pasar kerja, sekurang-kurangnya di tingkat lokal, FKIP UMSB harus mampu menghasilkan lulusan dengan standar kualifikasi nasional dan regional.

2. Tujuan

Melaksanakan program pendidikan sarjana untuk menghasilkan lulusan yang mampu berkompetisi di tingkat kabupaten/kota, propinsi, dan nasional.

3. Sasaran

Pendidikan Sarjana

  1. Terlaksananya proses pembelajaran yang efektif dan profesional.
  2. lulusan yang sesuai dengan kebutuhan lembaga-lembaga pendidikan dan penelitian, pemerintahan, dan instansi-instansi nonpemerintah di tingkat kabupaten/kota, propinsi, dan nasional.
  3. Dihasilkannya lulusan yang mampu mentransformasikan keilmuan dan keahlian dalam dunia kerja.
  4. Dihasilkannya lulusan yang memiliki kemampuan untuk menulis dan menyajikan gagasan secara sistematik.
  5. Dihasilkannya lulusan yang memiliki karakter dengan nilai-nilai yang Islami.
  6. Dibukanya program-program studi baru yang prospektif dan sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.

4. Strategi

  • Meningkatkan kualitas rekrutmen dosen dan mahasiswa
  • Meningkatkan kompetensi akademik dosen.
  • Meningkatkan kemampuan dosen dalam metode pembelajaran yang kreatif dan menarik.
  • Memperbarui kurikulum yang menunjang kompetensi lulusan dan relevansi dengan dunia kerja.
  • Memasukan nilai-nilai Islam dalam semua kegiatan akademis maupun nonakademis.
  • Meningkatkan kualitas lulusan.

5. Prioritas Program dan Indikator Kinerja

  • Prioritas program strategi rekruitmen dosen

Standarisasi sistem rekruitmen dosen, yang meliputi: penyusunan formasi kebutuhan, mekanisme rekruitmen, penetapan standar kualifikasi input (standar kualitas minimal), standarisasi instrumen rekruitmen (sesuai dengan formasi kebutuhan).

Indikator kinerja program rekruitmen dosen ada standar sistem rekruitmen dosen yang akuntabel dalam bentuk manual (panduan).

  • Prioritas program peningkatan kompetensi akademik dosen meningkatkan jumlah dosen untuk studi lanjut (S3).
  1. engikuti kursus-kursus profesional dan kursus bahasa Inggris, serta mengikuti pelatihan-pelatihan secara berjenjang dan berkelanjutan.
  2. Melaksanakan monitoring dan pembinaan dosen yang mengkuti studi lanjut.
  3. lin networking untuk menciptakan peluang-peluang komunikasi akademik melalui bentuk-bentuk short-course, seminar, dan fellowship.
  4. emantapkan spesialisasi bidang keahlian dosen.

Indikator Kinerja Program Peningkatan Kompetensi Akademik Dosen

  1. Semua dosen tetap pada tahun 2015 telah lulus S2.
  2. Jumlah dosen tetap yang mengikuti pendidikan program S3 sejumlah 5 orang, dan telah lulus sebanyak 2 orang.
  3. Jumlah dosen yang mengikuti short-course, seminar, dan fellowship meningkat.
  4. Meningkatkan jumlah karya ilmiah dosen (buku ajar, artikel publikasi di jurnal) sesuai dengan bidang keahlian dosen.

c. Prioritas Program Strategi Peningkatan Kompetensi Dosen dalam Metode Pembelajaran

  1. Meningkatkan jumlah dosen untuk mengikuti berbagai kursus pembelajaran secara berjenjang dan berkelanjutan untuk menunjang proses pembelajaran kreatif, inovatif, dan menarik.
  2. Meningkatkan sarana-prasarana pembelajaran yang menunjang proses pembelajaran kreatif, inovatif, dan menarik.
  3. Mendorong dosen untuk menyusun bahan ajar.

Indikator Kinerja Program Peningkatan Kompetensi Dosen dalam Metode Pembelajaran

  1. dosen tetap sudah mengikuti kursus metode pembelajaran tingkat dasar.
  2. ebagian ruang kuliah pada tahun 2014 telah dilengkapi dengan LCD dan Komputer.
  3. ya satuan materi sajian setiap mata kuliah untuk setiap tatap muka yang disusun oleh pengampu masing-masing.

     d. Prioritas Program Pembaharuan Kurikulum

  1. Melakukan need assassement dunia kerja baik sektor formal maupun informal.
  2. Melakukan kompilasi iptek yang mutakhir. 
  3. lum secara periodik.

Indikator Kinerja Program Pembaharuan Kurikulum

  1. ya data tentang daya serap pasar kerja untuk masing-­masing prodi.
  2. ya data hasil tracing study untuk setiap prodi.
  3. Tersedianya kompilasi iptek yang mutakhir.
  4. rdokumentasikannya perkembangan kurikulum.

 

       e. Prioritas Program Peningkatan Kualitas Lulusan

  1. gikutsertakan mahasiswa dalam kegiatan-kegiatan tutorial, asistensi, penelitian, jurnalistik, seminar, dan berbagai lomba karya ilmiah.
  2. Menyusun desain pembelajaran yang mendorong mahasiswa menulis dan menyajikan gagasan secara sistematik.
  3. etapkan standar kompetensi lulusan pada tingkat nasional dan regional.
  4. Melembagakan kegiatan lomba karya ilmiah, karya inovatif, dan karya kreatif secara terprogram dan terintegrasi dengan perkuliahan.
  5. Menetapkan standar kualifikasi profesi tingkat nasional.
  6. Membangun unit organisasi yang menangani penempatan kerja dan peningkatan keterampilan kewirausahaan.
  7. enyelenggarakan program magang bagi mahasiswa.

Indikator Kinerja Program Peningkatan Kualitas Lulusan

  1. mlah mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan-kegiatan tutorial, asistensi, penelitian, jurnalistik, seminar, dan lomba karya ilmiah meningkat.
  2. mlah rnahasiswa yang meneliti dan menyajikan gagasan karya secara sistematik meningkat.
  3. Tersedianya standar kompetensi lulusan pada tingkat nasional dan regional.
  4. nnya kegiatan lomba karya inovatif, dan karya kreatif secara terprogram.
  5. rsedia dan diterapkannya standar kualifikasi profesi tingkat kabupaten/ kota, regional dan nasional.
  6. Terbentuk dan berfungsinya unit organisasi yang menangani penempatan kerja dan peningkatan ketrampilan kewirausahaan.
  7. elenggarakannya program magang bagi mahasiswa.
  8.  

B. KUALITAS MORAL LULUSAN

1. Dasar Pemikiran

Sebagai perguruan tinggi Islam dan merupakan bagian dari amal usaha Muhammadiyah, FKIP menghasilkan lulusan yang menunjukkan adanya celupan (sibghah) Islam dan Muhammadiyah. Oleb karena itu, lulusan perlu memiliki integritas kepribadian dan moralitas religius baik dalam konteks kehidupan individual maupun sosial, sehingga proses pembelajaran yang dilakukan perlu menekankan bentuk-bentuk pembelajaran yang berorientasi pada Learning to know, learning to do. learning to be, dan learning to live together.

2. Tujuan

Menghasilkan lulusan yang memiliki integritas kepribadian dan moralitas religius baik dalam konteks kehidupan individual maupun sosial.

3. Sasaran

  1. Dihasilkan lulusan yang bersifat jujur, adil, peduli, bermotivasi progresif, serta tangguh (resilient).
  2. Dihasilkan lulusan yang mampu mengamalkan ilmu dan keahliannya untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.

4. Strategi

  1. Mentransformasikan nilai-nilai Islami (kejujuran, keadilan, kepedulian, ketangguhan, dan bermotivasi progresif) dalam proses pembelajaran dan kegiatan ekstrakurikuler dalam kehidupan kampus.
  2. tkan dosen dan mahasiswa dalam upaya-upaya memahami dan membantu pemecahan persoalan-persoalan yang dihadapi oleh masyarakat.

5. Prioritas Program dan Indikator Kinerja

  1. Prioritas Program Transformasi Nilai-Nilai Keislaman, “menyusun, mensosialisasikan, dan mengimplementasikan kode etik yang mendukung pembentukan sikap jujur, adil, peduli, tangguh, dan bermotivasi progresif.
  2. Memotivasi dan mengontrol implementasi kode etik.

Indikator Kinerja Program Transformasi Nilai-Nilai Keislaman

  • tersosialisasi, dan terdokumentasikan kode etik yang mendukung pembentukan sikap jujur, adil, peduli, tangguh, dan bermotivasi progresif.
  • ya kegiatan motivasi dan penegakan kode etik.
  • hnya motivasi untuk melaksanakan kode etik.

6. Prioritas Program Pelibatan Dosen dan Mahasiswa dalam Persoalan Kemasyarakatan

  1. engkaji persoalan-persoalan yang dihadapi masyarakat dan menetapkan skala prioritasnya.
  2. Membuat komunitas binaan atau kelompok sasaran binaan sebagai laboratorium pembelajaran mahasiswa.
  3. Menyusun program-program binaan, baik berupa penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan.

Indikator Kinerja Program Pelibatan Dosen dan Mahasiswa dalam Persoalan Kemasyarakatan

  • Terlaksananya kegiatan kajian oleh dosen dan mahasiswa untuk mengidentifikasi persoalan-persoalan mendesak yang dihadapi oleh masyarakat.
  • Tersusunnya skala prioritas persoalan yang dihadapi oleh masyarakat.
  • Terbentuknya komunitas binaan oleh dosen dan mahasiswa yang dapat menjadi wahana untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapi oleh masyarakat.
  • Tersusun dan terimplementasikannya program-program binaan, baik berupa penyuluhan, pelatihan, pendampingan, advokasi oleh dosen dan mahasiswa.

C. PENELITIAN

1. Dasar Pemikiran

Salah satu indikator keunggulan perguruan tinggi adalah produk ilmiah hasil penelitian yang dilakukan dan salah satu bentuk otoritas produk ilmiah adalah bila produk ilmiah itu menjadi rujukan oleh kalangan akademisi tingkat nasional dan regional.

2. Tujuan

Menghasilkan penelitian yang menjadi rujukan ilmiah pada tingkat nasional dan regional.

3. Sasaran

  • Merumuskan teori-teori dan strategis menjadi pedoman kegiatan penelitian dosen dan mahasiswa.
  • adakannya penelitian yang berkualitas tinggi, yang menjadi rujukan pada tingkat nasional dan regional.
  • Diperolehnya HKI dan hak paten serta terpasarkannya hasil-hasil penelitian.
  • likasikannya penelitian dalam media, baik cetak elektronik maupun visual.

4. Strategi

a.  Meningkatkan kapasitas dan kebudayaan komunitas peneliti.

  • tema-tema penelitian yang aktual dan strategis melalui koordinasi dan konsolidasi unit-unit akademik dengan lembaga-­lembaga eksternal.
  • Meraih berbagai skema penelitian unggulan yang ditawarkan oleh berbagai penyandang dana.
  • mprioritaskan penelitian fakultas yang berpotensi menjadi penelitian unggulan yang ditawarkan oleh berbagai penyandang dana.

e. Meningkatkan kompetensi penelitian dan penulisan karya ilmiah, meningkatkan status akreditasi jurnal ilmiah, meningkatkan manajemen sistem informasi penelitian.

5. Prioritas Program dan Indikator Kerja

a. Prioritas Program Peningkatan Kapasitas dan Keberdayaan Komunitas Peneliti

  1. tema sentral penelitian pada setiap  jurusan dan  program studi.
  2. Menyusun kompetensi dosen sesuai dengan tema sentral penelitian yang telah ditetapkan.
  3. Mengadakan workshop penelitian secara berkelanjutan dan sesuai dengan standar lembaga penyandang dana.
  4. Memilih expert reviewer sesuai dengan bidang penelitian yang diriview.

Indikator Kinerja Program Peningkatan Kapasitas dan Keberdayaan Komunitas Peneliti.

  1. tema sentral penelitian pada setiap jurusan dan prodi.
  2. Terinventarisasi dan terpetakannya kompetensi dosen sesuai dengan kelompok bidang keahlian masing-masing.
  3. Jumlah usulan penelitian yang disetujui oleh lembaga penyandang dana meningkat.

b. Prioritas Program Penetapan Tema-Tema Penelitian Unggulan

  1.  Meningkatkan dan mempeluas kerjasama dengan penyandang dana dan  pengguna dana.
  2.  Meningkatkan jumlah penelitian unggulan dan penelitian terapan.

Indikator Kinerja Program Penetapan Tema-Tema Penelitian Unggulan

1) Jumlah dan intensitas kerjasama dengan lembaga penyandang dana, pengguna jasa dan pemilik sumberdaya meningkat.

2) Jurnal karya ilmiah dosen dan mahasiswa yang dirujuk tingkat nasional dan regional.

c. Prioritas Program Peningkatan Kompetensi Penelitian dan Penulian Karya Ilmiah

1) Menyusun, mensosialisasikan, dan mengimplementasikan peraturan yang mewajibkan setiap dosen yang menulis karya ilmiah hasil penelitian.

2) Menyelenggarakan workshop penulisan karya ilmiah secara reguler dan berjenjang.

3) Mewajibkan dosen mernbuat bahan ajar yang diperkaya dengan hasil-hasil penelitian.

Indikator Kinerja Program Peningkatan Kompetensi Penelitian dan Penulisan Karya.

  1. Setiap dosen menghasilkan sekurang-kurangnya satu karya ilmiah hasil penelitian setiap satu tahun.
  2. Tersusun dan terlaksananya workshop penulisan karya ilmiah secara reguler dan berjenjang.
  3. ya bahan ajar yang diperkaya dengan hasil-hasil penelitian.

   d. Prioritas Program Peningkatan Status Akreditasi Jurnal

  1. Menjaga kontinuitas dan regularitas penerbitan jurnal
  2. Meningkatkan status akreditasi jurnal ilmiah
  3. Memperluas pemasaran jurnal ilmiah

Indikator Kinerja Peningkatan Status Akreditasi Jurnal 

  1. Terbitnya jurnal ilmiah secara kontiniu dan tepat waktu.
  2. urnal ilmiah yang dimiliki ditingkatkan statusnya menjadi terakreditasi.
  3. mlah pelanggan dan jangkauan pemasaran jurnal ilmiah rneningkat.

 

    e. Prioritas Program Peningkatan Manajemen Sistem Informasi

  1. enyusun data-base penelitian dan mengefektifkan manajemennya.
  2. Menerbitkan ringkasan hasil penelitian secara reguler dan berkelanjutan    baik dalam media cetak maupun elektronik.

Indikator Kinerja Program Peningkatan Manajemen Sistem Informasi

  1. Tersusunnya data-base penelitian secara sistematik dan efektif.
  2. rbitkan ringkasan hasil penelitian secara reguler dan berkelanjutan baik dalam media cetak ataupun elektronik.

 

D. PENGABDIAN PADA MASYARAKAT

1. Dasar Pemikiran

Harapan bahwa FKIP UMSB dapat berperan dalam memberi arah pada perubahan dan menjadi agen perubahan memiliki konsekuensi bahwa gagasan dan pemikiran FKIP UMSB harus dapat disebarluaskan dengan cara memberi peluang sebesar-besarnya agar gagasan dan pemikiran tersebut dapat diakses oleh masyarakat luas. Fungsi Muhammadiyah dakwah amar makruf nahi munkar untuk menciptakan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.

2. Tujuan

Menjadikan sumberdaya dan keahlian fakultas untuk dapat diakses oleh perguruan tinggi, lembaga-lembaga pemerintah dan swasta, sekolah, dan masyarakat luas untuk mendukung upaya-upaya pengembangan bidang pendidikan, sosial, ekonomi, budaya, dan kesejahteraan, baik dalam tingkat lokal, nasional, maupun regional.

3. Sasaran

  • Meningkatkan efektivitas data-base dan sistem informasi kepakaran, hasil penelitian, dan jasa yang mudah diakses oleh pengguna.
  • kan kerjasama dengan berbagai pihak dalam penerapan sains dan teknologi.

4. Strategi

  • Meningkatkan manajemen sistem informasi sumberdaya (fasilitas) kepakaran dan hasil penetitian.
  • Meningkatkan relevansi program akademik dengan kebutuhan dan persoalan yang dihadapi oleh masyarakat, dalam bidang sosial, ekonomi, dan budaya, baik lokal, nasional, maupun internasional.
  • Meningkatkan efektivitas program akademik.

5. Prioritas Program Indikator Kinerja

a. Prioritas Program Peningkatan Manajemen Informasi Sumberdava

1) Memantapkan kelembagaan unit pengelolaan sistem informasi.

2) Menyusun dan meng-update secara kontiniu data base sumberdaya (fasilitas) dan kepakaran hasil penelitian.

Indikator Kinerja Program Peningkatan Manajemen Informasi Sumberdaya

  1. ya unit pengelola sistem informasi secara mantap (tidak over-lapping, bila ada persoalan cepat diselesaikan, berkurangnya keluhan pengguna, tidak saling lempar tanggungjawab).
  2. Data-base sumber daya (fasilitas) dan kepakaran hasil penelitian.

        b. Prioritas Program Peningkatan Relevansi dan Efektivitas Program Akademik

  1. Mengkaji persoalan-persoalan yang dihadapi rnasyarakat dan menetapkan skala prioritasnya.
  2. mosikan sumberdaya dan keahlian melalui media cetak dan elektronik agar mudah diakses oleh masyarakat.
  3. lenggarakan kegiatan-kegiatan akademik (seminar, pendampingan,  dan lain-lain) dalam rangka memenuhi kebutuhan dan menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat.
  4. Menjalin kerjasama dengan mitra pengguna lulusan (pemerintah, sekolah, dan masyarakat).

 

Indikator Kinerja Program Peningkatan Relevansi dan Efektivitas Program Akademik

  1. fikasinya dan tersusunnya skala prioritas persoalan-­persoalan mendesak yang dihadapi oleh dunia pendidikan.
  2. ya jumlah dosen yang memiliki keahlian dan kepakaran dimanfaatkan oleh masyarakat pengguna.
  3. Terselenggaranya kerjasama kegiatan akademik (seminar, pendampingan, dan lain-lain) bersama mitra pengguna dalam rangka memenuhi kebutuhan dan menjawab persoalan yang dihadapi oleh masyarakat.

 

 

E. MANAJEMEN PERGURUAN TINGGI

 

1. Dasar Pemikiran

Competitiveness dan sustainability PT terletak pada kemampuannya melaksanakan manajemen yang efektif, efesien, transparan, dan akuntabel.

2. Tujuan

Mengembangkan manajemen perguruan tingi yang efektif, efesien, transparan, akuntabel, dan sustainable.

3. Sasaran

a. Sasaran Bidang Sumberdaya Insani

  1. uknya unit organisasi yang menangani pengembangan sumberdaya insani secara profesional.
  2. nnya perencanaan sumberdaya insani yang sesuai dengan kebutuhan pengembangan, baik terkait dengan jenis, kualifikasi, maupun jumlah.
  3. Terumuskannnya standar kualifikasi rekruitmen, yang menjamin diperolehnya sumberdaya insani berkualitas.
  4. Terumuskannya dan terlaksanakannya inisiatif-inisiatif baru program pengembangan sumberdaya insani yang inovatif.
  5. Tersusun dan terlaksananya sistem pengembangan karir.
  6. Tersusun dan terlaksananya peraturan kepegawaian yang mantap.
  7. Tersusunnya paket kompensasi yang sesuai dengan prinsip keadilan dan kelayakan yang mendorong peningkatan prestasi kerja.
  8. Tersusun dan terlaksananya sistem pelatihan kepemimpinan secara terencana dan periodik, untuk menjamin koheresi dan keberlanjutan program.
  9. ya lingkungan kerja, pelaksanaan kerja, dan pelayanan yang memaksimalisasikan efektivitas staf.
  10. Terwujudnya sistem administrasi sumberdaya rnanusia yang terkait dengan kinerja kepakaran, dan kompensasi.

b. Sasaran Bidang Keuangan

  1. Tersusun dan terlaksananya perencanaan keuangan.
  2. rjaminnya ketersediaan dana untuk penyelenggaraan dan pengembangan.
  3. Tercapainya efisiensi pengeluaran keuangan.
  4. Terbangunnya sistem akuntansi yang transparansi, akuntabel, dan mampu mendukung pengembangan.
  5. Terjaminnya. ketersediaan dana untuk mendukung keberlanjutan (sustainability) dan masa depan yang lebih baik.

c. Sasaran Bidang Sumberdaya Fisik

  1. Terumuskannya perencanaan, pengadaan, perawatan dan penggunaan sumberdaya fisik secara efisien dan optimal.
  2. ya kesesuaian antara kebutuhan dan pengadaan sumberdaya fisik, kesesuaian antara kegunaan dan penggunaan, kesesuaian antara kualitas barang dan harga, serta terciptanya transparansi dalam pengadaan sumberdaya fisik.
  3. Terjaminnya keberfungsian, keawetan, kenyamanan, kebersihan, dan keamanan sumberdaya fisik.
  4. Terjaminnya ketepatan dan kesiapan penggunaan sumberdaya fisik.
  5. Termanfaatkannnya sumberdaya fisik secara optimal.

d. Sasaran Bidang Pengembangan Kampus

  1. rencana pengembangan kampus yang mengakomodasi kebutuhan-kebutuhan masa depan dan mempertimbangkan keasrian tempat serta kenyamanan bagi pemakai.
  2. Terbangunnya sarana dan prasarana kampus yang permanen untuk mendukung pendidikan, seperti ruang kuliah, ruang kuliah umum, ruang pertemuan, ruang labor, ruang pustaka, ruang kantor, ruang dosen, dan masjid.
  3. Terciptanya lingkungan yang nyaman, menarik, sehat, dan aman bagi kegiatan pembelajaran dan penelitian, tempat tinggal, rekreasi, dan kegiatan budaya.
  4. Terjaminnya pemanfaatan ruang kampus secara efisien dan terpadu dengan sistem pergerakan menyeluruh, sehingga sistem pergerakan menyeluruh, sehingga komunitas kampus, tamu, kendaraan pelayanan (pengantaran barang, antarjemput, dapat bergerak secara lancar dan aman, dengan prioritas bagi pejalan kaki.

5) Terciptanya penataan bangunan kampus yang menjamin kenyamanan dan efisien hubungan fungsional dan interaksi sosial antara dosen, mahasiswa, dan berbagai bagian dari fakultas yang memiliki keterkaitan kepentingan.

6) Tersusunnya berbagai alternatif skenario pengembangan kampus di masa depan untuk mengakomodasi berbagai kemungkinan perubahan.

e. Sasaran Bidang Administrasi Akademik

  1. Terwujudnya sistem administrasi yang cepat, akurat, terpadu.
  2. Terwujudnya sistem pelayanan administrasi yang mudah, cepat, akurat, nyaman, dan terpadu.

f. Sasaran Bidang Pengembangan Perpustakaan

  1. ngkatnya jumlah judul koleksi yang memenuhi kepentingan-kepentingan pembelajaran, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat.
  2. Meningkatkan keragaman koleksi (buku, jurnal, data, CD, Cassette, foto, film, dan jenis-jenis dokumen lainnya).
  3. Terpenuhinya rasio antara jumlah eksemplar referensi dengan jumlah pengguna (dosen, mahasiswa, dan lain-lain).
  4. Terpenuhinnya fasilitas yang memadai dan penataan fasilitas yang nyaman serta kondusif untuk belajar.
  5. Terwujudnya kinerja pelayanan yang cepat, mudah diakses, dan nyaman.
  6. Terwujudnya pelayanan penelusuran referensi jarak jauh.
  7. Terwujudnya inter-library links baik di tingkat nasional maupun regional.
  8. Terintegrasinya sumber-sumber informasi di berbagai unit fakultas.
  9. kemandirian dan model pengembangan perpustakaan ke depan

 g. Sasaran Bidang Teknologi Informasi

  1. Terwujudnya perencanaan, pengelolaan, dan penggunaan seluruh aspek teknologi informasi untuk mencapai keunggulan kompetitif.
  2. Berfungsinya teknologi informasi untuk mendukung tugas-tugas pembelajaran, penelitian, pengabdian masyarakat, dan administrasi.
  3. Terwujudnya pengelolaan dan pemeliharaan infrastruktur teknologi informasi untuk mendukung pengguna.

4. Strategi

a. Strategi Bidang Sumberdaya Insani

  1. Membentuk dan memberdayakan unit organisasi yang menangani pengembangan sumberdaya manusia secara profesional.
  2. rumuskan perencanaan SDM yang sesuai dengan kebutuhan pengembangan, baik yang terkait dengan jenis, kualifikasi, maupun jumlah.
  3. Meningkatkan kualitas rekruitmen SDM, baik dosen maupun karyawan.
  4. Meningkatkan etos dan prestasi kerja karyawan dan dosen.

b. Strategi Bidang keuangan

Memantapkan manajemen keuangan yang antisipatif, efektif efisien, transparan, dan akuntabel.

c. Strategi Bidang Sumberdaya Fisik

Memantapkan manajemen sumberdaya fisik yang antisipatif, efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.

d. Strategi Bidang Pengembangan Kampus

  1. Menata dan mengembangkan kampus yang mengakomodasi kebutuhan-kebutuhan masa depan dengan mempertimbangkan keasrian tempat dan kenyamanan bagi para pemakai, lingkungan yang aman, nyaman, sehat, menarik, mudah diakses.
  2. Meningkatkan partisipasi komunitas kampus dalam menciptakan dan memelihara lingkungan kampus.

e. Strategi Bidang Administrasi Akademik

 

  1. Memantapkan sistem manajemen administrasi akademik yang mudah, cepat, akurat, nyaman, dan terpadu.
  2. Memantapkan sistem pelayan manajemen administrasi akademik yang mudah, cepat, akurat, nyaman, dan terpadu.
  3. Mensinergikan pelayanan administrasi akademik antar unit.

f. Strategi Bidang Pengembangan Perpustakaan

  1. ptimalisasikan peran perpustakaan untuk ­kepentingan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
  2. ntensifikasi koordinasi dan konsolidasi antar berbagai unit fakultas dan perpustakaan dalam rangka merumuskan kebutuhan, pengadaan, pelayanan, perawatan, dan mekanisme operasional yang meliputi pembagian kewenangan, tugas, fungsi, tanggung jawab, dan pelayanan pada masing-masing unit dan perpustakaan.
  3. Mewujudkan kemandirian dan model pengembangan perpustakaan ke depan.

 

g. Strategi Bidang Teknologi Informasi

  1. Memantapkan manajemen teknologi informasi untuk mencapai keunggulan kompetitif
  2. Mengembangkan berbagai standar untuk memfasilitasi perangkat teknologi informasi dan pertukaran informasi melalui jaringan kerja.

5. Prioritas Program

  • Prioritas Program Pemberdayaan Unit Organisasi Pengembangan Sumberdaya Insani.
  1. Mengkaji dan menyusun tugas dan fungsi bangun struktur organisasi serta menetapkan unit yang menangani pengembangan sumberdaya insani secara professional.
  2. Merancang peraturan dan mekanisme pengembangan sumber daya insani secara profesional.

Indikator Kinerja Program Pemberdayaan Unit Organisasi Pengembangan Sumberdaya Insani

  1. Terbangun dan berfungsinya unit yang menangani pengembangan sumber daya insani secara profesional.
  2. Tersusunnya peraturan dan mekanisme pengembangan sumberdaya insani.
  3. Terselenggaranya program pengembangan sumberdaya insani secara professional.
  • Prioritas Program Perencanaan Sumberdaya Insani
  1. Melakukan analisis jabatan/pekerjaan untuk menyusun formasi kebutuhan sumberdaya insani ke depan, baik yang terkait dengan jenis, kualifikasi, maupun jumlah.
  2. Melakukan kajian dan evaluasi secara kritis berbagai program pengembangan sumberdaya insani yang ada dalam rangka membantu menyusun program pengembangan sumberdaya insani secara berjenjang, meningkatkan ketrampilan dan memperkaya pengalaman.
  3. Menyusun, menetapkan, mensosialisasikan, dan melaksanakan aturan kepegawaian secara konsekuen.

Indikator Kinerja Program Perencanaan Sumberdaya Insani

  1. Tersedianya instrumen analisis jabatan/pekerjaan dalam menyusun formasi kebutuhan sumberdaya insani ke depan, baik yang berhubungan dengan jenis, kualifikasi maupun jumlah.
  2. Tersedianya data tentang sumberdaya insani yang mendukung program pengembangan sumberdaya insani.
  3. Tersusun, tertetapkan, dan tersosialisasikannya aturan kepegawaian.
  4. lementasikannya aturan kepegawaian secara konsekuen.
  • Prioritas Program Rekruitmen Dosen

Merumuskan standar kualifikasi rekruitmen, yang menjaring sumberdaya insani yang memiliki kapabilitas, etos kerja, jiwa kepemimpinan, dedikasi, motivasi yang tinggi, dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing unit (sesuai dengan kebutuhan analisis jabatan).

  • Prioritas Program Peningkatan Etos dan Prestasi Kerja Karyawan dan Dosen.

Menyusun, menetapkan mensosialisasikan, dan melaksanakan paket kompensasi yang sesuai dengan prinsip keadilan dan kelayakan yang mendorong peningkatan prestasi kerja

 

Indikator Kinerja. Program Pemantapan Manajemen Keuangan

  1. Tersusun, ditetapkan dan dilaksanakannya Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja (RAPB) Rancangan Anggaran Kerja Tahunan (RAKT) dalam jangka waktu satu tahun.
  2. lehnya sumber keuangan diluar sumbangan mahasiswa.
  3. Tersedia dan diimplementasikannya instrumen standar efisiensi dan akuntabititas pengeluaran keuangan.
  4. Dilaksanakannya auditing internal secara periodik.

 

  • Prioritas Program Pemantapan Manajemen Sumberdaya Fisik
  1. Pemeriksaan keberadaan, keberfungsian, kebersihan, dan kenyamanan sumberdaya fisik secara periodik untuk kepentingan perawatan, perbaikan, ketertiban, keasrian, dan keamanan sumberdaya fisik.
  2. Merumuskan mekanisme penyelesaian persoalan yang terkait dengan kerusakan dan kehilangan.
  3. erasionalisasikan dan optimalisasi organisasi pengelolaan sumberdava fisik.
  4. Mengintensifkan koordinasi antara unit-unit di jurusan/prodi dan KTU tentang hal-hal yang berkaitan dengan jadwal dan kesesuaian penggunaan sumberdaya fisik.
  5. Perumusan dan penetapan standar biaya dengan kualifikasi sumberdaya fisik dan standar kualitas perawatan.
  6. Merumuskan dan melembagakan tertib administrasi dan dokumentasi yang meliputi pengadaan, perawatan, dan penggunaan sumberdaya fisik, terutama dalam pergerakan atau perpindahan barang.

 

Indikator Kinerja Program Pemantapan Manajemen Sumberdaya Fisik

  1. Berfungsinya sistem kontrol terhadap keberadaan, keberfungsian, kebersihan, dan kenyamanan sumberdaya fisik secara periodik untuk kepentingan perawatan, perbaikan, ketertiban, keasrian, dan keamanan sumberdaya fisik.
  2. Tersusunnya laporan tentang keberadaan, keberfungsian, kebersihan dan kenyamanan sumberdaya fisik secara periodik untuk kepentingan perawatan, perbaikan, ketertiban, keasrian, dan keamanan sumberdaya risik.
  3. Tersusunnya aturan dan mekanisme penyelesaian persoalan-persoalan yang terkait dengan kerusakan dan kehilangan.
  4. Terpenuhinya rasio tenaga pengelola sumberdaya fisik dengan volume pekerjaan yang efisien.
  5. ya kesesuaian antara fungsi dan penggunaan sumberdaya fisik.
  6. Tidak adanya benturan waktu dalam pemanfaatan sumberdaya fisik.
  7. Rendahnya tingkat ketidakberfungsian (idleness) sumberdaya fisik.
  8. Ditetapkannya standar biaya perawatan yang up to date.
  9. Tersedianya dokumen yang lengkap dan tertib; meliputi pengadaan, perawatan, dan penggunaan sumberdaya fisik, terutama dalam pergerakan atau perpindahan barang.
  •  Prioritas Program Penataan Kampus
  1. Menyusun rencana pengembangan kampus yang mengakomodasi kebutuhan-kebutuhan masa depan yang mempertimbangkan keasrian tempat dan kenyamanan bagi pemakai.

2) Menciptakan lingkungan yang mencitrakan kampus sebagai pusat unggulan akademik dan mencitrakan kampus sebagai pusat unggulan kebudayaan Islam.

3) Menciptakan lingkungan yang bersih, nyaman, menarik, sehat, dan aman bagi kegiatan pembelajaran dan penelitian, tempat tinggal, rekreasi, dan kegiatan budaya.

4) Menjamin pemanfaatan ruang kampus secara efisien dan terpadu dengan sistem pergerakan menyeluruh, sehingga komunitas kampus, tamu, kendaraan pelayanan (pengantaran barang, antarjemput, d11.) dapat bergerak secara lancar dan aman dengan prioritas bagi pejalan kaki.

5) Menciptakan penataan bangunan kampus yang menjamin kenyamanan dan efisiensi hubungan fungsional dan interaksi sosial antara dosen, mahasiswa, dan berbagai bagian dari fakultas yang memiliki keterkaitan dan kepentingan.

Indikator Kinerja Program Penataan dan Pengembangan Kampus

  1. Tersusunnya rencana pengembangan kampus yang mengakomodasi kebutuhan-kebutuhan masa depan yang mempertimbangkan keasrian tempat dan kenyamanan bagi pemakai.
  2. Tersedianya area-area (spaces) baik formal maupun informal untuk sharing gagasan.
  3. Tersedianya fasilitas fisik yang strategis (papan tempat pengumuman, eksibisi, baliho, spanduk) untuk mengekspresikan gagasan, karya, informasi, dan lain-lain.
  4. Terwujudnya bangunan kampus yang mencirikan arsitektur yang islami, baik aspek eksterior maupun interior.
  5. Terwujudnya lingkungan kampus yang bersih, nyaman, menarik. sehat, dan aman bagi kegiatan pembelajaran dan penelitian, tempat tinggal, rekreasi, dan kegiatan budaya.
  6. Tidak adanya kemacetan arus pergerakan orang maupun kendaraan.
  7. Tidak adanya kecelakaan karena ketidaktepatan desain dan ketidakterawatan sarana dan fasilitas.
  8. darnya kesulitan pergerakan orang dan barang antarbangunan antarruangan, baik akibat cuaca (hujan), kegiatan insidental maupun ketidaktepatan pemanfaatan bangunan.
  • Prioritas Program Partisipasi Komunitas Kampus dalam Pemeliharaan Lingkungan Kampus.
  1. yusun, menetapkan, mensosialisasikan, dan mengimplementasikan peraturan tentang pemeliharaan lingkungan kampus secara konsekuen.
  2. Melaksanakan kontrol kondisi lingkungan kampus secara reguler.

Indikator Kinerja Program Partisipasi Komunitas Kampus dalam Pemeliharaan Lingkungan Kampus

  1. Tersusun dan terimplementasikan peraturan tentang pemeliharaan lingkungan kampus secara konsekuen.
  2. Dipahaminya peraturan tentang pemeliharaan lingkungan kampus oleh seluruh komunitas kampus.
  3. Adanya pelaporan tentang kondisi lingkungan kampus secara reguler.

 

  • Prioritas Program Pemantapan Sistem Manajemen Administrasi Akademik

Membangun sistem informasi administrasi akademik yang cepat, akurat dan terpadu (antarunit).

Indikator Kinerja Program Pemantapan Sistem Manajemen Administrasi Akademik

Tersedianya informasi akademik yang cepat, akurat dan terpadu (antar unit).

 

  • Prioritas Program Pemantapan Sistem Pelayanan Administrasi Akademik.

1) Meningkatkan kemampuan dan ketrampilan pelayanan profesional staf administrasi.

2) Melaksanakan pendidikan kepribadian untuk meningkatkan kesadaran dan kesediaan melayani.

3) Menyediakan fasilitas pendukung pelayanan yang nyaman, lengkap, dan mudah diakses.

 

Indikator Kinerja Program Pemantapan Sistem Pelayanan Administrasi Akademik

1) Tersedianya staf administrasi yang terampil dan profesional sesuai dengan tugas dan kebutuhan.

2) Rendahnya keluhan mahasiswa terhadap pelayanan administrasi dan ketersediaan fasilitas pendukung.

  • Prioritas Program Sinergi Pelayanan antar Unit

Melakukan rasionalisasi struktur organisasi dan staf administrasi akademik.

Indikator Kinerja Program Sinergi Pelayanan antarunit

  1. Tidak terjadinya tumpang-tindih pekerjaan dan sating lempar tanggung jawab.
  2. Tidak adanya pekerjaan yang tertunda.
  • Prioritas Program Optimalisasi Peran Perpustakaan

1) Meningkatkan jumlah judul, variasi koleksi, dan rasio (untuk judul dan jenis koleksi yang tingkat penggunaannya tinggi).

2) Mendesain lay-out fasilitas sesuai dengan prinsip kenyamanan, pergerakan (arus pengunjung dan sirkulasi barang), kemudahan, dan keamanan.

3) Melaksanakan pendidikan staf untuk maningkatkan pelayanan yang profesional.

4) Mengembangkan bentuk penyuluhan pemakai tentang koleksi, sarana, dan cara-cara pemanfaatannya.

5) Membangun sistem informasi perpustakaan berbasis teknologi informasi (intra dan internet).

6) Merekayasa ulang organisasi pengelolaan perpustakaan terpadu (pusat dan unit-unit).

Indikator Kinerja Program Optimalisasi Peran Perpustakaan

  1. nuhinya referensi yang dibutuhkan oleh mahasiswa dan dosen.
  2. Tingginya length of stay penggunaan perpustakaan di ruang baca (pengguna perpustakaan merasa betah).
  3. ndarnya gangguan pergerakan arus pengunjung dan sirkulasi barang.
  4. Pendeknya waktu yang dibutuhkan oleh pengguna untuk memperoleh informasi/referensi yang dibutuhkan.
  5. Rendahnya tingkat kehilangan barang (baik milik perpustakaan maupun  milik pengunjung).
  6. Rendahnya keluhan pengguna terhadap pelayanan perpustakaan.
  7. Tersedianya manual pemanfaatan koleksi dan sarana.
  8. Rendahnya tingkat kesalahan pemanfaatan fasilitas.
  9. Teraksesnya koleksi perpustakaan pusat dan unit-unit melalui intra dan internet.
  • Prioritas Program Pemantapan Manajemen Teknologi&l

Info