Senin, 23 Oktober 2017

Program Fakultas

RENOP 2016-2020

BAB I

 

PENDAHULUAN

 

 

  • Sejarah Singkat

 

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB) awal berdirinya bernama Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Kauman Padangpanjang pada tahun 1983 yang dipelopori oleh tokoh-tokoh Muhammadiyah di Sumatera Barat. Tokoh-tokoh itu ada dari kalangan Pimpinan Persyarikatan, Ortom, dan Amal Usaha Muhammadiyah, Anggota Muhammadiyah, dan Simpatisan Muhammadiyah.

Eksistensi STKIP Muhammadiyah Padangpanjang merupakan wujud nyata sumbangsih Muhammadiyah terhadap peningkatan pendidikan dengan tujuan mencerdaskan kehidupan bangsa sekaligus menjawab desakan warga Muhammadiyah untuk mengatasi kekurangan guru di sekolah-sekolah milik persyarikatan Muhammadiyah.

Bermula dari keinginan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Padangpanjang Batipuh X Koto, melalui Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah yang diketuai  Drs. Taslimuddin Dt. Tongga yang dikoordinasikan dengan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Barat dan Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat.

Pada tanggal 2 April 1982 diadakan rapat persiapan untuk mendirikan STKIP Muhammadiyah di kampus Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Muhammadiyah Bukittinggi. Rapat menyepakati untuk membentuk panitia persiapan di Padangpanjang yang di ketuai Drs. M. Kadir. Panitia itu disebut dengan Tim Studi Persiapan Pendirian STKIP Muhammadiyah Padangpanjang yang diangkat oleh PWM Sumatera Barat lewat Surat Keputusan Nomor 007/SK-PWM-SB/1982 tanggal 3 April 1982

Setelah proposal disampaikan ke Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah I di Medan dan dilakukan pengecekan langsung oleh Bapak Chainur ar-Rasyid, SH (Sekretaris Kopertis Wilayah I Medan). Hasilnya Kopertis Wilayah I memberi izin operasional kepada STKIP Muhammadiyah Kauman Padangpanjang pada 5 April 1983 sesuai dengan suratnya nomor 08/PD/Kop.I/1983.

 

Seiring dengan disetujuinya eksistensi Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB) pada 14 Desember 1983 lewat surat nomor 046/PD/Kop.I/1983, secara otomatis Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Barat langsung menyempurnakan istilah Sekolah Tinggi menjadi fakultas, salah satunya adalah mengubah STKIP Muhammadiyah Kauman Padangpanjang menjadi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB).

 

Sejak mulai resminya bergabung ke UMSB Tahun Akademik 1985/1986, fakultas ini sangat diminati oleh tamatan SLTA di Sumatera Barat. Tidak sedikit jumlah serjana pendidikan yang berhasil “diproduksi” oleh lembaga pendidikan ini.

 

  • Perkembangan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UMSB

 

Setelah mendapat izin operasional dari Kopertis Wilayah I Medan dengan suratnya nomor 08/PD/Kop.I/1983, tanggal 5 April 1983, STKIP Muhammadiyah Kauman Padangpanjang sebagai cikal bakal FKIP-UMSB mulai melaksanakan perkuliahan pada 4  (empat) Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (PMIPA) Program Studi Pendidikan Matematika, Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (PIPS) Program Studi Pendidikan Sejarah dan Pendidikan Moral Pancasila - Kewarganegaraan, dan Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni (PBS) Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia.

Awal berdirinya jumlah mahasiswa sangat menggembirakan. Jumlah mahasiswa mencapai angka 1700 orang pada tahun 1988. Namun kejayaan FKIP UMSB hanya mampu bertahan hingga tahun akademik 1995/1996, seiring dengan melemahnya animo masyarakat terhadap lembaga pendidikan keguruan, yakni Tahun Akademik 1996/1997 hingga 1999/2000, FKIP UMSB tidak menerima mahasiswa baru sama sekali. Pihak fakultas hanya berorientasi bagaimana menamatkan mahasiswa yang ada saja.

Pada tahun akademik 2000/2001 atas usaha semua pihak (dosen tetap, karyawan, dan alumni) FKIP UMSB kembali menerima mahasiswa baru yang mendaftar pada Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Pendidikan Matematika. Pada tahun 2009 FKIP UMSB meperoleh penilaian dari BAN-PT pada kategori C untuk kedua Program Studi yang diselenggarakan tersebut. Pada tahun 2013 FKIP UMSB mendapatkan izin membuka Prodi baru yaitu Pendidikan Bahasa Inggris. FKIP UMSB terus memperbaiki diri hingga pada tahun 2014 Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Pendidikan Matematika mendapat penilaian dari BAN-PT dengan kategori B.

 

1.      Keadaan Mahasiswa

Jumlah mahasiswa FKIP-UMSB tahun ini adalah sebanyak 272 orang  terdiri dari 98 orang pada Program Studi PSBI, 144 orang pada Program Studi Pendidikan Matematika, dan 30 orang pada Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris . Semenjak  awal tahun berdirinya FKIP-UMSB yang diawali dengan STKIP, perkembangan jumlah mahasiswa pada masing-masing Program Studi mengalami grafik fluktuasi.

2.      Keadaan Tenaga Edukatif

Dosen merupakan salah satu faktor yang memegang peranan penting dalam proses pembelajaran di perguruan tinggi. Menyadari betapa pentingnya peranan dosen, terutama dalam upaya meningkatkan kualitas lulusan, maka pihak universitas secara terus-menerus dan secara simultan mendorong dan memberi peluang yang seluas-luasnya untuk melakukan pengayaan wawasan keilmuan baik melalui institusi maupun usaha mandiri; yaitu melakukan perbaikan penataan administrasi kepegawaian, pengiriman studi lanjut (S2 dan S3) dan mengikutsertakan pada kegiatan-kegiatan ilmiah, dan pengembangan bidang minat.

Selain itu  untuk peningkatan wawasan global merupakan tuntutan yang tidak bisa ditawar-tawar lagi, sehingga peningkatan kemampuan IT dan bahasa asing dosen harus mendapatkan perhatian oleh semua pihak. Kewajiban universitas dan fakultas memberikan dorongan dan peluang yang sangat memadai, sehingga dapat memanfaatkan  kesempatan-kesempatan pelatihan tersebut. 

Sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas dosen dan pelayanan kepada para mahasiswa, maka fakultas telah bersungguh-sungguh mengambil beberapa kebijakan antara lain; (1) mendorong dan memfasilitasi para dosen melakukan studi lanjut, baik ke jenjang S2 maupun S3, (2) mengikuti pelatihan, seminar atau lokakarya pada tingkat Nasional maupun Internasional, (3)  penulisan buku ajar, (4) mendorong dan memfasilitasi para dosen untuk melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sehingga setiap tahun ada beberapa dosen yang melakukan penelitian yang mendapatkan dana penelitian baik dari fakultas maupun bantuan Hibah dari DIKTI serta melakukan penelitian mandiri, (5) meningkatkan atmosfir akademik secara terus menerus dan konsisten,  (6) mengurangi bahkan mengganti dosen-dosen yang tidak disiplin dalam melaksanakan tugas pengajaran.

Untuk lebih jelasnya tentang keadaan dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan adalah sebagai berikut:

a.    Studi lanjut (S-2 dan S-3)

Sampai saat ini jumlah dosen tetap yang telah menyelesaikan program  magister sudah mencapai 100 %,  dan yang sedang dalam proses penyelesaian program Doktor  sebanyak 4 orang. Walaupun peluang untuk melakukan studi lanjut diberikan seluas-luasnya kepada semua dosen, akan tetapi dalam pemberangkatan dosen yang studi lanjut tetap memperhatikan keseimbangan jumlah dosen yang ada di program studi, agar proses belajar mengajar tidak sampai terganggu. Di samping itu juga tetap memperhatikan kesesuaian disiplin ilmu yang diambil.

b.   Jabatan Fungsional Dosen

Selain melalui jalur pendidikan formal (S2, dan S3), upaya peningkatan kualitas proses belajar mengajar juga dilakukan melalui peningkatan jabatan fungsional dosen. Saat ini telah terdapat 19 (sembilan belas) orang dosen yang mempunyai jabatan fungsional, 6 (enam) orang di antaranya  telah memperoleh jabatan lektor kepala,  3 (tiga) orang  mempunyai jabatan fungsional lektor, dan 10 (sepuluh) orang asisten Ahli, 9 orang di antaranya telah lulus sertifikasi dosen.

c.    Jumlah Dosen

Untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar dan pelayanan kepada para mahasiswa, telah dilakukan penambahan dosen tetap dan dosen tidak tetap yang cukup banyak. Saat ini jumlah dosen tetap sebanyak 21 orang.

d.   Penelitian dan Publikasi Ilmiah

Dalam rangka meningkatkan kualitas proses pembelajaran dan juga untuk meningkatkan pengalaman empiris dosen, maka fakultas  telah mengambil kebijakan mendorong dan memfasilitasi semua dosen melakukan penelitian dan publikasi ilmiah, baik secara mandiri maupun secara berkelompok. Setiap tahun dosen tetap FKIP-UMSB telah melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat. Sumber dana penelitian berasal dari FKIP-UMSB, Yayasan, Dikti Kemendiknas, dan dana yang bersifat mandiri. Untuk publikasi Ilmiah dilakukan pada jurnal, Proceeding, poster, dan melalui seminar regional, nasional.

e.    Penulisan Buku Ajar

Dalam rangka  meningkatkan efisiensi dan produktivitas proses pembelajaran, maka fakultas telah mengambil kebijakan mendorong para dosen untuk menulis buku ajar.  Sampai saat ini telah ada beberapa judul buku ajar yang berhasil ditulis oleh dosen FKIP-UMSB.

3.    Keadaan Karyawan (Tenaga Administratif, Laboran, Pustakawan dan Kebersihan)

Jumlah karyawan pada unit-unit secara keseluruhan berjumlah 9 orang yang tersebar pada 4 unit kerja (tata usaha: administrasi, keuangan, kebersihan,  pustaka, dan laboratorium). Akan tetapi, secara kualitas dengan beban kerja yang harus dikerjakan terasa masih kurang, khususnya untuk karyawan yang mempunyai kualifikasi sesuai dengan kebutuhan.

Konsentrasi pegawai masih ada di bagian tata usaha (umum, administrasi, dan keuangan) UPT Perpustakaan dan Labor. Sementara itu tuntutan untuk memberikan pelayanan prima kepada setiap civitas akademika  belum tersedia sesuai dengan SDM yang memiliki kompetensi dasar. Sesuai dengan konsentrasi seperti yang ada saat ini perlu diadakan pengayaan (pengembangan) kompetensi dengan memberikan pelatihan.

 

4.      Keadaan Aset Fisik

a.   Aset Gedung dan Bangunan

Kampus FKIP terletak di Jl. R.I. Dt. Sinaro Panjang No. 1-6 Padangpanjang propinsi Sumatera Barat merupakan komplek Perguruan Muhammadiyah Kauman Padangpanjang. Perkantoran dan ruang kuliah FKIP berada pada lantai I dan II sebelah Selatan, sedangkan laboratorium micro teaching berada pada lantai I dan Laboratorium Bahasa serta Komputer berada pada lantai II. Semua aset gedung dan bangunan merupakan milik sendiri (persyarikatan Muhammadiyah). Terdiri ruang kelas 10 unit, ruang laboratorium komputer, laboratorium bahasa, laboratorium micro teaching, ruang tata usaha, ruang bendahara, ruang sidang, ruang LPPM, ruang GKM masing masing 1 unit, dan ruang pimpinan 2 unit, ruang perpusatakaan 3 unit. Aset gedung dan bangunan bernilai Rp 2,315 milyar.

b.   Aset Tanah (termasuk gedung yang disebut di atas)

FKIP-UMSB  berdiri di atas  tanah lebih kurang 1,2 hektar  dan di dalamnya juga terdapat beberapa Lembaga Pendidikan Dasar dan Menengah Muhammadiyah yang dapat dijadikan sekolah latihan bagi Mahasiswa PPL dan laboratorium bagi pengembangan mutu pendidikan di FKIP-UMSB dan di lingkungan persyarikatan Muhammadiyah. Secara keseluruhan aset tanah dan gedung bernilai Rp 17,387 milyar.

  •  

Tantangan dalam pengembangan FKIP-UMSB terutama mengacu kepada kemandirian fakultas dan mampu mensejahterakan karyawan dan dosen-dosen yang mau berdedikasi tinggi di lingkungan FKIP, namun dalam artian tidak meninggalkan adanya perkembangan situasi secara regional, nasional, maupun dunia internasional. Persaingan global dan kemajuan ilmu pengetahuan serta teknologi menjadi tantangan yang tidak dapat dielakkan bagi mutu pendidikan Indonesia ke depan. Di samping itu, krisis karakter bangsa yang dialami akibat perubahan gaya kehidupan adalah juga faktor yang perlu dipertimbangkan dalam penyelenggaraan pendidikan di FKIP-UMSB. Perkembangan dan dinamika sosial budaya bangsa tersebut memerlukan kemampuan FKIP-UMSB menyediakan tamatannya yang berkarakter dan mampu dengan ilmu yang dimilikinya menyelesaikan permasalahan yang ada khususnya bidang pendidikan.  Oleh sebab itu, selain mengarah pada perbaikan kurikulum juga harus memperhatikan mahasiswa dalam segi kuantitas. Perkembangan globalisasi dunia yang makin diwarnai oleh kemajuan IPTEKS dan pentingnya ketahanan kepribadian bangsa membuat FKIP-UMSB harus semakin gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat bahwa ketersediaan tenaga kerja yang profesional dan berkarakter di bidang pendidikan  akan berpeluang besar mendapatkan pekerjaan pada skala nasional dan regional. Perkembangan lingkup nasional dan regional telah mendorong stakeholder (pemerintah, mahasiswa, sponsor, pengguna lulusan, pengguna berbagai jasa FKIP-UMSB) menuntut lebih banyak kepada FKIP-UMSB untuk lebih berkualitas sehingga FKIP-UMSB ke depan diharap melakukan peningkatan kuantitas dan kualitas yang berkelanjutan (continuous improvement) sesuai kebutuhan stakeholder sehingga memenuhi tuntutan akuntabilitas. Perkembangan perguruan tinggi lain baik PTN, PTS, maupun PTA adalah pesaing dalam usaha namun sekaligus mitra dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Keadaan ini dapat dijadikan dasar bagi FKIP-UMSB untuk bertekad dan berusaha menjadi lembaga yang unggul dalam mengembangkan ilmu pengetahuan.

 

  • Masalah Utama

 

Masalah utama pengembangan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) sebagai lembaga pendidikan terkemuka dikategorikan menjadi lima jenis, yaitu :

1.    Peningkatan Kuantitas Sumberdaya Manusia.

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dirasakan masih kurang memiliki dosen tetap yang sesuai kedisiplinan ilmunya di dalam bidang kependidikan, walaupun ketersediaan dosen tetap saat ini jika dibandingkan dengan jumlah mahasiswa yang ada telah sangat memadai, untuk itu masih diperlukan dosen baru dalam penerusan  generasi keilmuan di bidang pendidikan. Di samping hal tersebut peningkatan jabatan fungsional masih terus diupayakan walaupun sebahagian besar dosen FKIP-UMSB sudah banyak yang melanjutkan penddikan pada tingkat Strata 3 (S3) dan telah pada tingkat strata 2 (S2).

2.    Peningkatan Kualitas Metode Paedagogik.

 Metode pedagogik yang terfokus pada ceramah, diskusi, dan praktikum serta Praktik Lapangan berupa Program Pengalaman Lapangan ( PPL)  masih harus ditingkatkan berupa pengabdian pada masyarakat,  studi banding, penulisan inovatif dan karya-karya kreatif mahasiswa. Interaksi ilmiah dosen dengan mahasiswa di luar perkuliahan dan bimbingan skripsi masih relatif rendah sehingga dimasa datang diperlukan adanya dorongan untuk melakukan hal tersebut.

3.   Peningkatan Kualitas Bahan Pembelajaran.

Sebagai sebuah lembaga  dalam pengembangan ilmu pengetahuan, FKIP-UMSB perlu meningkatkan produktivitas dan kualitas buku ajar dan berbagai jenis bahan ajar, produksi jurnal sendiri,  akses jurnal,  kualitas hasil penelitian, diseminasi dan lainnya. Adanya akun internet di Fakultas telah sangat membantu dosen dan mahasiswa untuk memperoleh literature dan memperluas wawasan.

 

4.  Optimalisasi Peralatan.

Fakultas masih memerlukan pengadaan peralatan untuk peningkatan kualitas pembelajaran karena belum memiliki peralatan yang dimaksud maupun untuk memenuhi rasio yang labih baik antara jumlah peralatan dengan jumlah mahasiswa. Kualitas pembelajaran yang lebih baik telah cukup ditunjang dengan optimalisasi perpustakaan baik perpustakaan Fakultas, maupun perpustakaan Prodi.

5.   Peningkatan Kualitas Lingkungan Atmosfir Akademik.

 

FKIP-UMSB memerlukan peningkatan suasana akademik yang mencerminkan diri sebagai lembaga pendidikan tinggi dibanding sebagai tempat berkumpulnya individu semata. FKIP-UMSB tidak hidup terasing dari dunia luar khususnya dalam bidang keilmuan yang sama pada berbagai instansi sehingga perubahan lingkungan regional perlu terus diikuti. Untuk itu FKIP-UMSB perlu membangun jaringan kerjasama yang lebih harmonis dan erat dengan berbagai pihak yang dapat mendukung fungsi pendidikan tinggi. Perlu usaha-usaha khusus untuk meningkatkan kerjasama regional, nasional, maupun internasional.

 

E.  Pendekatan

 

Pendekatan yang perlu digunakan untuk menjawab tantangan dan masalah yang dihadapi adalah dengan melakukan peningkatan kualitas yang berkelanjutan (continuous improvement) dengan dasar pemikiran yang bersifat sirkuler dalam teknis pelaksanaannya yaitu perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan perbaikan (PDCA = Plan, Do, Check, Act). Perencanaan yang dimaksud adalah perencanaan kualitas unit kerja yang diidentifikasi sesuai dengan kebutuhan. Pelaksanaan rencana yang telah ditetapkan benar-benar dikerjakan sehingga mencapai mutu. Evaluasi terhadap pelaksanaan dilakukan sebagai suatu kebutuhan untuk memperbaiki langkah selanjutnya agar dapat mencapai baku kinerja yang ditetapkan bersama. Pelaksanaan peningkatan kualitas yang berkelanjutan disesuaikan dengan keadaan di masing-masing unit kerja.

 

Usaha-Usaha Untuk menyusun Rencana Operasional (Renop) fakultas,  FKIP ditempuh melalui berbagai usaha, antara lain :

1.   Koordinasi antar pimpinan baik vertikal maupun horizontal (mulai rektorat sampai Ketua Program Studi).

2.   Rapat Senat Fakultas untuk menentukan Visi, Misi, dan Tujuan Fakultas.

3.   Koordinasi Tim Penyusun Rencana Operasional (Renop) Fakultas yang melibatkan seluruh unsur.

4.   Identifikasi keadaan saat ini dan estimasi keadaan 5 tahun yang akan datang.

 

BAB II

 

KEBIJAKAN DASAR                     

Kebijakan dasar Rencana Opersional (Renop) FKIP-UMSB dengan perumusannya berdasarkan kepada:

1.  Landasan idiil-filosofis : Pancasila

2.  Landasan konstitusional : Undang-Undang Dasar 1945 dan Undang -Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003.

3.  Landasan struktural operasional : Peraturan Pemerintah No. 4 tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi dan pengelolaan Perguruan Tinggi.

4.  Qaidah  Perguruan Tinggi Muhammadiyah.

B. Khusus

  • aidah dan Statuta

Di dalam pendidikan yang berlangsung seumur hidup, FKIP memberikan kesempatan bagi perkembangan kebutuhan dan tuntutan masyarakat khususnya umat Islam dalam berbagai bidang studi, sehingga Fakultas  memandang perlu untuk menyelenggarakan pendidikan yang tepat guna dan berhasil guna baik untuk masa kini maupun masa yang akan datang. Sebagai konsekuensi logisnya maka isi pendidikan yang disajikan perlu mempunyai wawasan yang luas bersifat luwes dan dapat menjangkau kegunaan pada masa-masa mendatang.

Kerjasama FKIP-UMSB dengan Pemerintah melalui Departemen Pendidikan Nasional, merupakan suatu keharusan yang bersifat mutlak dan dengan Pemerintah Daerah khususnya dengan Sekolah Menengah di daerah Kota Padangpanjang, kabupaten Tanah Datar, dan sekitarnya.  Di samping kerjasama dengan pemerintah, FKIP-UMSB juga menjalin kerjasama dengan Lembaga-lembaga non Pemerintah baik dalam maupun luar negeri, dan lebih penting lagi menjalin hubungan kerjasama antar Perguruan Tinggi Negeri yang terdekat, yaitu UNAND, UNP  dan Perguruan Tinggi  Swasta di lingkungan Kopertis Wilayah X.

Berpijak pada perannya di atas maka FKIP-UMSB bertugas dan berkewajiban menyelenggarakan pendidikan dan penelitian serta pengabdian kepada masyarakat sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan tuntutan Al-Islam - Kemuhammadiyahan.

Dalam wujudnya yang konkrit, FKIP bertugas dan berkewajiban untuk mewujudkan tujuan institusionalnya, yaitu menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang:

  • Mempunyai kemampuan akademik dan/atau profesional yang berjiwa Pancasila dan memiliki integritas kepribadian Islam dan Muhammadiyah.
  • Mempunyai semangat untuk mengabdi dan berpartisipasi dalam pembanguan nasional.
  • Mempunyai sikap mandiri, terbuka dan tanggap terhadap perubahan dan kemajuan, khususnya yang berkaitan dengan bidang studinya.

Untuk dapat melaksanakan tujuan-tujuan tersebut, FKIP-UMSB mempunyai fungsi:

  • Menyelengarakan proses pembelajaran pada tingkat pendidikan tinggi
  • Menyelenggarakan penelitian dalam rangka pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
  • Menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat.
  • Menyelenggarakan pembinaan civitas akademika, dalam lingkungan dan suasana ke-Islaman.
  • Menyelenggarakan kegiatan pelayanan administrasi.
  •  

Sasaran yang ingin dicapai oleh FKIP-UMSB sebagai lembaga pendidikan keilmuan yang berorientasi kepada kebutuhan pembangunan bidang pendidikan di masa yang akan datang yaitu menghasilkan:

  • Lulusan dalam bidang keahlian kependidikan  yang bersifat gelar.
  • Lulusan dengan ciri-ciri kemampuan :
  1. Menerapkan pengetahuan yang menyangkut profesi atau bidang keilmuannya ke dalam kegiatan kependdikan  dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.
  2. Mengikuti perkembangan bidang profesi atau bidang ilmu melalui studi kepustakaan dan empirik.
  3. Memberikan dharma bhaktinya bagi kegiatan amal usaha Muhammadiyah.

 

BAB III

DASAR PERENCANAAN

  • Visi, Misi dan, Tujuan FKIP UMSB sampai tahun 2020

 

 

Visi

 

FKIP Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat menjadi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang kondusif, bermutu dan Islami di Tingkat Nasional pada Tahun 2020.

 

                                                            Misi

 

  1. Melaksanakan pendidikan untuk mendidik calon guru di tingkat sekolah menengah.
  2. Melaksanakan pendidikan yang mampu menanamkan kompetensi kepada lulusan sehingga mampu bersaing dalam era globalisasi.
  3. Melaksanakan kegiatan penelitian dalam bidang pendidikan untuk meningkatkan kualitas kelembagaan dan kualitas pendidikan nasional.
  4. Melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat dalam bidang pendidikan.
  5. Menciptakan suasana akademik yang kondusif dan Islami dengan memberdayakan seluruh potensi yang dimiliki secara optimal, serta memotivasi civitas akademika dan tenaga pendukung untuk tanggap terhadap pembaharuan (inovasi/tajdid).
  6. Melaksanakan kerjasama yang saling menguntungkan dengan lembaga, baik di dalam maupun di luar negeri dalam rangka meningkatkan profesionalitas dosen.
  7. Melaksanakan kerjasama yang saling menguntungkan dengan berbagai pihak terkait dalam rangka meningkatkan kualitas PBM.

 

Tujuan

 

  1. Menghasilkan sarjana pendidikan yang Islami.
  2. Menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki daya saing dan kompetensi fastabiqul khairat.
  3. Menghasilkan guru yang memiliki kompetensi paedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian.

 

 

 

 

B.  Pengembangan Pendidikan dan Pengajaran

Pengembangan bidang akademik direncanakan dalam bentuk proses peningkatan mutu kegiatan kependidikan dan pembelajaran secara berkelanjutan baik di dalam  maupun di luar kelas, secara formal maupun informal. Rencana pengembangan akademik berlandaskan pada visi dan misi FKIP-UMSB meliputi bidang pendidikan-pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat serta bidang Al-Islam/Kemuhammadiyahan yang memiliki relevansi dengan kebutuhan stakeholders. Proses tersebut ditunjang oleh perencanaan pengembangan kualitas kemampuan mendidik-mengajar dan peningkatan jenjang pendidikan para dosen. Rencana pengembangan akademik tersebut  meliputi :

  1. Rencana Pengembangan Kurikulum Program Studi

Kurikulum dalam hal ini merupakan semua yang secara nyata terjadi dalam proses kependidikan dan pembelajaran di FKIP-UMSB, dalam berbagai bentuk penyajian mata kuliah.

  • Setiap mata kuliah dalam program studi, secara dinamis harus mengandung pendidikan rohani sebagai penanaman dan pengembangan aqidah dalam mewujudkan atmosfir perilaku dan keilmuan.
  • Mata kuliah disampaikan dalam paradigma bahwa pembelajaran menjadikan mahasiswa sebagai Student Centre learning (SCL) yang memiliki kebebasan berekspresi.
  • Setiap mata kuliah harusmemiliki relevansi dengan cara hidup dalam arti mahasiswa dapat memperoleh nilai-nilai akhlak, sehingga memiliki keyakinan dan kemampuan untuk menerapkannya dalam kehidupan nyata.
  • Setiap mata kuliah hendaknya dapat melatih mahasiswa mengembangkan rasa ingin tahunya, ingin tahu yang benar, sehingga mampu merasakan kenikmatan dalam mempelajari dan mengembangkan IPTEK.
  • Setiap mata kuliah yang disajikan harus dikemas penyampaiannya (silabus) sedemikian rupa sehingga terasa manfaatnya bagi kehidupan sehari-hari. Bahwa menuntut ilmu berarti belajar dan melatih diri untuk berpikir, berinteraksi dan berbuat secara sistematis, logis, rasional, terencana dan teliti, yang akan membuahkan manusia pekerja-keras yang kreatif dan inovatif yang mempunyai daya saing yang tinggi.
  • Setiap mata kuliah harus mengandung motivasi bagi mahasiswa untuk perbaikan kehidupan bangsa dan kemanusiaan yang beradab.
  • Pelaksanaan perkuliahan mengacu pada metode SCL.

 

  1. Rencana Pengembangan Sumber Daya Dosen

Dosen dapat dikatakan sebagai struktur determinan dalam mengembangkan potensi mahasiswa dalam mendekati tujuan pendidikan, karena itu mutu sumber daya dosen perlu direncanakan pengembangannya, antara lain:

  • Memotivasi setiap dosen untuk mengikuti studi lanjut ke jenjang yang lebih tinggi.
  • Mengikutsertakan dosen dalam pertemuan ilmiah, baik lokal, nasional maupun internasional sesuai dengan bidang ilmunya.
  • Menyeleksi dosen untuk jadi tenaga pengajar baru di FKIP-UMSB dengan syarat-syarat sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

 

  1. Rencana Pengembangan Perkuliahan Bermutu

Perkuliahan bermutu adalah proses yang terjadi dalam perencanaan, penyajian materi sebagai pelaksanaan perencanaan, termasuk kegiatan evaluasi  proses, produk dan unsur-unsur yang terlibat dalam upaya memenuhi kebutuhan stakeholder, baik  mahasiswa sebagai pelanggan primer, orang tua, pemerintah, lembaga pendidikan tingkat menengah, lembaga pendidikan Muhammadiyah sebagai pelanggan sekunder, maupun pelanggan tertier seperti sekolah-sekolah , dan dunia kerja yang lain.

Untuk mewujudkan perkuliahan bermutu FKIP-UMSB merencanakan :

  • Menciptakan Sistem dan Proses Perkuliahan yang Korektif.

Mengupayakan terciptanya suatu sistem dan proses berdasarkan proses sirkuler PDCA (Plan - Do - Check - Act ) dalam perkuliahan. Dalam hal ini dosen harus membuat perencanaan perkuliahan, rencana penyajian serta pelaksanaan evaluasi. Berdasarkan evaluasi terhadap proses pembelajaran tersebut dosen harus melakukan perbaikan atau peningkatan mutu perkuliahan pada tahap (semester) berikutnya.

  • Menciptakan Perkuliahan dengan Managemen Keberagaman.

Menciptakan ”managemen keberagaman” dalam menyikapi, memperlakukan keberadaan mahasiswa bersifat heterogen (perbedaan latar belakang sosial-budaya, daya tangkap pemahaman, kepribadian), pandangan dan sikap dosen, kelengkapan ruang kelas, lingkungan. Keberagaman merupakan suatu kewajaran, karena itu generalisasi perlu dihindari, peraturan harus memperhitungkan heterogenitas, kecermatan terhadap yang bersifat kasus atau gejala umum

  • Menciptakan Kemandirian Mahasiswa.

Melatih dan mengevaluasi keterampilan dosen dalam pengembangan kemandirian mahasiswa baik dalam berpikir, merasa dan bertindak. Dosen harus mengembangkan sikap demokratis, terbuka dan jugamengembangkan teknik diskusi, bekerja dan belajar mandiri, berprakarsa, berinovasi, berkreasi serta menciptakan situasi win-win solution.

  • Menciptakan Managemen Berdasarkan Data.

Perkuliahan bermutu mempunyai prinsip utama  Management By Fact, jadi bukan Management By Objective, karena itu dosen diharuskan mempunyai data kelas secara lengkap dari perencanaan sampai dengan evaluasi, sebagai dasar dalam menentukan langkah perbaikan mutu perkuliahan.

  • Membuat Perencanaan Perkuliahan Bermutu.

Setiap dosen pengampu mata kuliah diharuskan membuat susunan materi perkuliahan untuk satu semester dan untuk setiap pertemuan berdasarkan kurikulum dan kebutuhan para pelanggan, tujuan, sarana pendukung, metode penyajian dan sistem evaluasi.

  • Membuat Perencanaan Pelaksanaan Perkuliahan Bermutu.

Dalam penyajian materi kuliah dosen harus menyusun Satuan Materi Sajian (SMS) serta menyajikan SMS tersebut di kelas. Dalam hal ini dosen harus betul-betul menyadari tentang fase-fase psikologis dalam belajar seperti  fase : motivasi, pemerhatian, pemerolehan, penyimpanan, pengingatan, generalisasi, kinerja dan umpan balik.

  • Merencanakan Evaluasi untuk Peningkatan Mutu Perkuliahan.

Dosen harus mengevaluasi mahasiswa bukan hanya pada penguasaan materi yang disajikan seperti pada umumnya masih terjadi di setiap perguruan tinggi (menurut Management By Objective,  MBO, linier), tetapi harus menggunakan Management Mutu Terpadu (MMT, sirkuler) yang mempunyai tujuan untuk peningkatan dan pengendalian mutu. Evaluasi perkuliahan merupakan dasar usaha peningkatan mutu perkuliahan secara berkelanjutan, baik pada perencanaan, pelaksanaan mau pun pada cara melakukan evaluasi. Evaluasi bisa dilakukan diri sendiri yakni evaluasi oleh mahasiswa atau dosen terhadap dirinya sendiri (pengevaluasi internal), di samping bisa dosen mengevaluasi mahasiswa, atau sebaliknya (pengevaluasi eksternal). Di samping itu evaluasi harus mempunyai standar untuk peningkatan mutu.

  • Merencanakan Raw Input Mahasiswa dan Rasio Mahasiswa - Dosen
  • Secara bertahap pengurangan beban dosen untuk berkonsentrasi dalam menjalankan peran dan tugas secara efektif perlu dikurangi sehingga mereka yang menjadi mahasiswa, adalah mereka yang memenuhistandar yang telah ditetapkan dalam bentuk test masuk.

C.  Pengembangan Penelitian

Kegiatan penelitian merupakan salah satu cara untuk mengembangkan ilmu dan teknologi. Pengembangan ilmu dan teknologi pada dasarnya ditujukan untuk mensejahterakan kehidupan manusia agar dapat menikmati kehidupannya secara selaras, seimbang, dan serasi dengan kemajuan ilmu dan teknologi itu sendiri. Dengan demikian penelitian akan dapat memberi arti dan sumbangan bagi upaya peningkatan kesejahteraan manusia.

 

  1. Ruang Lingkup Penelitian
  • Penelitian pada dasarnya merupakan bagian integral yang dilaksanakan oleh dosen dan mahasiswa baik secara individual maupun kelompok. Kegiatan penelitian dilaksanakan oleh staf dosen dari program studi.
  • Kegiatan penelitian yang dilakukan dosen-dosen diharapkan menghasilkan konsep, model, prototipe, pengetahuan baru yang bermanfaat bagi pengembangan kelembagaan dan juga berorientasi pada pendidkan dan produk yang relevan bagi pembangunan daerah dan nasional.
  • Kegiatan penelitian yang dilakukan oleh dosen pada program FKIP-UMSB dikoordinir oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat. Lembaga Penelitian dalam hal ini juga menjalankan fungsinya sebagai koordinator dan fasilitator kegiatan penelitian.
  • Dalam upaya mewujudkan FKIP-UMSB menjadi "Real University", Lembaga Penelitian diharapkan menjadi salah satu pemeran khususnya dalam menjalankan kegiatan dan keterpaduan penelitian dengan bidang pendidikan dan pengabdian masyarakat. Dalam hal ini harus dikembangkan pola keterkaitan antara kegiatan penelitian dengan pengabdian pada masyarakat serta pendidikan.
  1. Kegunaan Penelitian

Menurut kegunaannya penelitian dalam sistem pendidikan tinggi dibagi menjadi tiga kelompok yaitu :

  • Sebagai tempat mendidik calon peneliti, tempat untuk meningkatkan kemampuan dan keahlian peneliti.
  • Sebagai tempat untuk mengembangkan ilmu pengetahuan.
  • Sebagai tempat yang kegiatannya dapat menunjang dan memberi sumbangan bagi pembangunan pembelajaran yang selalu Update.
  1. Strategi Penelitian
  • Menyusun program penelitian dari berbagai bidang ilmu dari dosen dan mahasiswa.
  • Merencanakan dan melaksanakan kegiatan pengkajian ilmu pengetahuan terkait dengan bidang pendidikan.
  • Menjalin kerjasama dan kemitraan dengan pemerintah dan lembaga terkait.
  • Membangun pusat data kegiatan penelitian dan pengkajian studi kependidikan, sastra dan matematika.
  • Membangun pusat informasi dan publikasi penelitian dan pengkajian kependidikan, sastra dan matematika.
  1. Fungsi Lembaga Penelitian
  • Menyusun rencana penelitian dan pengkajian Kependidikan, sastra dan matematika.
  • Mengkoordinasikan kegiatan penelitian dan pengkajian pengabdian kepada Masyarakat baik secara individu maupun kelompok.
  • Menyusun peraturan penelitian dan pengkajian pengabdian kepada masyarakat untuk menciptakan suasana yang kondusif dalam pelaksanaan program penelitian.
  • Menyelenggarakan penerbitan hasil-hasil penelitian dalam bentuk jurnal ilmiah dan secara diseminarkan maupun dalam bentuk poster.
  • Menciptakan budaya ilmiah melalui berbagai kegiatan penelitian dan pengkajian bidang pendidikan, sastra dan matematika.
  • Menyelenggarakan seminar hasil penelitian.
  • Menyelenggarakan pelatihanpenelitian bagi dosen dan mahasiswa.

D.  Pengembangan Pengabdian Pada Masyarakat

FKIP-UMSB  merupakan unsur pelaksana yang menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang ada di lingkungan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat dalam melaksanakan salah satu Catur DharmaPerguruan Tinggi, yaitu pengabdian kepada masyarakat, baik yang dilakukan oleh mahasiswa dalam rangka Praktik lapangan dan praktik umum, maupun oleh dosen di lingkungan FKIP-UMSB. Selain itu, unit UPPM FKIP-UMSB juga melaksanakan kegiatan pengabdian lain dalam bentuk pendampingan, perintisan maupun pembinaan bekerjasama dengan lembaga/instansi penddikan lain baik pemerintah maupun swasta.

  1.  
  • Meningkatkan dan mengembangkan serta penerapan ilmu pengetahuan kependidikan sesuai dengan potensi dan kebutuhan masyarakat.
  • Memanfaatkan teknologi komunikasi dan informasi untuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
  • Mengembangkan sistem dokumentasi dan informasi tentang proses dan hasil kegiatan pengabdian dan pengembangan potensi masyarakat.
  • Memantapkan jaringan kerjasama dengan lembaga pendidikan  pemerintah maupun swadaya masyarakat, PTN/PTS,  dan instansi pemerintah, serta lembaga-lembaga internasional.
  • Pemberdayaan potensi kelompok-kelompok masyarakat yang bergerak di bidang pendidikan.
  • Pemanfaatan potensi FKIP-UMSBsecara sinergis dan bekerjasama dengan pihak luar dalam rangka penggalangan dana untuk kegiatan pengabdian masyarakat.

E.  Pengembangan Kerjasama dengan Pihak Lain

Untuk menjadikan FKIP-UMSB sebagai lembaga yang terkemuka dalam pengembangan ilmu pengetahuan, seni dan, pendidikan maka diperlukan kerjasama dengan berbagai pihak dalam lingkup internasional, nasional, lokal dan regional.

  1.  
  • Mengembangkan kerjasama dalam bentuk pertukaran dosen dan mahasiswa, penelitian, publikasi ilmiah, dan pertukaran informasi ilmiah antara FKIP-UMSB dengan perguruan tinggi di Malaysia, Singapura, dan negara lain.
  • Mengembangkan kerjasama dengan organisasi non pemerintah lintas negara dalam kerangka pengembangan akademik, seperti Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan Non Goverman Organization (NGO).
  1.  
  •   Mengembangkan kerjasama dengan instansi pemerintah tingkat pusat dalam aktivitas yang saling menguntungkan.
  • Mengembangkan kerjasama dengan institusi pendidikan lain baik Perguruan Tinggi Negeri (PTN), Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM), maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS) lain untuk meningkatkan sinergi pengembangan pendidikan dan ilmu pengetahuan.
  •   Mengembangkan kerjasama dengan pusat-pusat pengembangan ilmu pengetahuan baik institusi pendidikan maupun institusi penelitian / institusi pengembangan ilmu.
  • Mengembangkan kerjasama dengan organisasi non pemerintah lingkup nasional dalam kerangka pengembangan akademik.
  • Mengembangkan kerjasama dengan lembaga pendidikan yang dikelola masyarakat atau milik pemerintah.
  1.  
  •    Mengembangkan kerjasama dengan instansi pemerintah propinsi dan kabupaten yang saling menguntungkan.
  • Mengembangkan kerjasama dengan institusi pendidikan di tingkat regional maupun lokal.
  •    Mengembangkan kerjasama dengan pusat pengembangan ilmu pengetahuan setempat.
  • Mengembangkan kerjasama dengan sekolah-sekolah menengah pemerintah dan swasta lingkup regional/lokal.

F.   Pengembangan Kemahasiswaan

Mahasiswa sebagai salah satu komponen sivitas akademika FKIP-UMSB yang  memiliki karakteristik bersifat heterogen, kedudukan dan fungsinya sangat strategis untuk dibina dan dikembangkan. Mereka sebagai Sumber Daya Manusia (SDM), yang potensial untuk ditingkatkan daya kreativitasnya agar kelak menjadi lulusan yang sesuai dengan tujuan diselenggarakan pendidikan di FKIP-UMSB dan tujuan pendidikan nasional. Untuk menuju ke sana perlu diupayakan suasana kampus yang kondusif dalam bentuk kegiatan kurikuler, ko-kurikuler, dan ektrakurikuler yang utuh.

Tujuan utama pelayanan akademik baik dalam bentuk kurikuler maupun kokurikuler ialah mengantarkan mahasiswa mencapai tingkat kesarjanaan, sedangkan pembinaan dan pengembangan mahasiswa dalam bentuk ektrakurikuler ialah mempermatang keperibadian mahasiswa sesuai dengan potensi yang dimiliki dan untuk melahirkan lulusan sesuai dengan cita-cita serta tujuan pendidikan nasional dan pendidikan Muhammadiyah.

  1. Hakekat Pembinaan

Hakekat pembinaan mahasiswa FKIP-UMSB adalah suatu usaha yang sistematis bagi penciptaan iklim dan kondisi yang memberikan kemungkinan bagi pengembangan diri mahasiswa dalam membentuk diri sendiri, sejalan dengan peranan, dan tujuan FKIP-UMSB maupun pendidikan nasional.

  1. Tujuan Pembinaan
    • Tujuan Umum :

Membentuk insan akademisi yang berakhlak mulia, cakap, percaya pada diri sendiri, dan berguna bagi masyarakat dan agama .

  • Tujuan Khusus :
    1. Terbinanya keperibadian akademik Warga Negara Indonesia yang muslim yang cakap dan sadar menjalankan tugas pengabdian.
    2. Terbitnya suasana kehidupan kemahasiswaan yang harmonis dan kondusif bagi pengembangan nilai keilmuan dan keislaman.
    3. Terbina generasi penerus persyerikatan yang sanggup melanjutkan gerakan Amal Usaha Muhammadiyah sebagai kader umat dan kader bangsa.

Dalam melaksanakan pembinaan kemahasiswaan yang bercirikan Muhammadiyah bukanlah bersifat eksklusif, walaupun Muhammadiyah merupakan  Organisasi Masyarakat (Ormas) yang bercorak Islam, namun sebagai ormas yang bergerak di dalam mencerdaskan bangsa, Universitas Muhammadiyah menjunjung tinggi keanekaragaman kepercayaan dan toleransi keagamaan sehingga terbuka bagi semua penganut agama yang ada di Indonesia maupun warga asing yang ingin melanjutkan pendidikan. 

 

  1. Kondisi Objektif Mahasiswa

Pembinaan mahasiswa FKIP-UMSB merupakan upaya yang terus-menerus dilakukan yang didasarkan pada objektif mahasiswa itu sendiri. Adapun tujuan utamanya adalah mengantarkan seluruh mahasiswa FKIP-UMSB mencapai tingkat kesarjanaan dan sekaligus mempermatang keperibadiannya sesuai dengan potensi yang dimiliki masing-masing mahasiswa. Dengan demikian, akan melahirkan akademisi muslim yang sesuai dengan cita-cita pendidikan nasional.

Kondisi objektif mahasiswa FKIP-UMSB yang dijadikan dasar untuk mengadakan pembinaan secara kontinyu adalah :

  • Sebagian besar berusia pasca remaja yang tengah mengalami perubahan baik fisik maupun psikis dan sebagian kecil tergolong berusia dewasa.
  • Sebagian besar motivasi mahasiswa masuk FKIP-UMSB adalah karena kecintaannya terhadap penguasaan keilmuan di dunia  kependidikan yang menurut mereka bidang kependidikan merupakan dasar bagi pengembangan potensi dan keilmuan bagi generasi muda.  Sebagian kecil motivasi mereka adalah ingin melanjutkan pendidikan di FKIP-UMSB karena ingin penyetaraan kepangkatan mereka di tempat pekerjaan terutama yang bekerja sebagai guru di beberapa sekolah negeri dan swasta.

G.  Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perencanaan

Untuk mencapai tujuan perencanaan, faktor-faktor yang mendorong dan menghambat perlu dijabarkan untuk memberikan gambaran yang lebih jelas tentang ruang lingkup dan dampak dari perencana itu.

    • Seleksi penerimaan mahasiswa baru dilakukan secara selektif bekerja sama antara fakultas, universitas, SLTA, dan dengan  Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Barat yang merupakan hasil seleksi oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah se-Sumatera Barat.
    • Potensi mahasiswa sangat besar dan belum dimanfaatkan secara optimal. Usia yang masih muda, tenaga yang masih kuat, kecerdasan yang cukup, terutama idealisme yang tinggi merupakan faktor-faktor yang dapat mendorong perkembangan perguruan tinggi, asalkan diberi pengarahan yang baik, melalui bimbingan dan penyuluhanserta pembudayaan keilmuan. Bertemu hanya untuk kuliah tidak akan mendorong mahasiswa untuk berpartisipasi. Mahasiswa perlu didorong berada pada kondisi akademik yang tinggi.
    • Jumlah dan mutu tenaga pengajar merupakan salah satu faktor yang paling menentukan bagi FKIP-UMSB yang secara bertahap harus dipenuhi. Peningkatan kualitas tenaga pengajar secara formal dapat dilakukan dengan studi lanjut S-2 maupun S-3, meningkatkan kepangkatan akademik, sampai guru besar (profesor), atau dengan meningkatkan karya tulis baik penelitian maupun tulisan inovatif/opini.
    • Mutu staf pengajar sangat berkaitan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, kemahiran dalam mengajar dan pengabdian pada masyarakat. Oleh karena itu staf pengajar perlu belajar terus, tidak hanya menggunakan pengetahuan yang didapatkannya ketika masih dibangku kuliah.

c. Kesejahteraan staf pengajar perlu diperhatikan untuk meningkatkan semangat pengabdian, gairah kerja, loyalitas dan kreatifitas.

1. Organisasi dan Administrasi

Struktur organisasi yang fungsional  berkaitan dengan Caturdharma Perguruan Tinggi   perlu dioptimalkan dengan  melibatkan para pengajar dan mahasiswa.   Mekanisme kerja organisasi FKIP-UMSB masih  dapat ditingkatkan, diefektifkan dan diefisienkan dengan berpegang pada rencana pengembangan yang jelas, pelaksanaan yang terarah dan evaluasi berkala yang mantap.

2. Tenaga Kependidikan

Tenaga administratif tetap pada FKIP-UMSB saat ini sudah mengarah pada kebutuhan/bidang-bidang yang ditangani, namun masih ada  personil inti administrasi belum cukup terampil, walaupun kemampuan/potensi mereka masih dapat ditingkatkan.

Pada kasus-kasus khusus dimana suatu unit kerja memerlukan tenaga administrasi dalam jangka pendek (setahun) maka diperlukan perencanaan tentang pengadaan tenaga magang mahasiswa ataupun tenaga kontrak yang dapat diberhentikan sesuai waktu kontrak atau diperpanjang sesuai keperluan.

Perpustakaan adalah sumber informasi ilmu pengetahuan.  Perpustakaan FKIP-UMSB  relatif  memadai dalam keragaman dan jumlah buku, adanya buku-buku yang sesuai dengan program studi, jurnal internasional, nasional, prosiding, dan koran serta teknologi/akses seperti tersedianya internet pada fakultas.  Namun keadaan ini tentu perlu terus menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi lainnya.

1. Sarana dan Prasarana

Jumlah, jenis, dan  mutu sarana prasarana merupakan faktor penghambat disamping  pengelolaan dan  pemeliharaannya sering merupakan titik lemah dari perguruan tinggi. Mengingat semakin padatnya kegiatan dan bertambahnya volume kegiatan seperti penelitian dan pengabdian pada masyarakat maka pengadaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana perlu mendapat perhatian yang serius.

  1. Ketersediaan dana merupakan faktor penentu dalam pelaksanaan kegiatan dan program fakultas. Oleh karena itu FKIP-UMSB perlu menggali sumber dana lain disamping  dana yang berasal dari mahasiswa.
  2. Faktor ekternal seperti situasi lingkungan hidup, ekonomi social budaya sangat berpengaruh terhadap perkembangan FKIP-UMSB pada masa masa datang.

H. Strategi Perencanaan

Penyusunan strategi perencanaan bertumpu pada Kebijaksanaan Dasar Pengelolaan Pendidikan Tinggi yang ditetapkan pemerintah serta ketentuan-ketentuan persyarikatan terkait dengan pendidikan tinggi, yang berisi pokok-pokok pengelolaan pendidikan/perguruan tinggi yang menyangkut dasar, arah, dan langkah perkembangannya.

Selanjutnya dengan pendekatan perkembangan tersebut di atas, maka strategi perencanaan FKIP-UMSB akan memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

  1. Tantangan dan masalah pendidikan, sosial budaya dan lingkungan di luar FKIP-UMSB dan memperhitungkan pula kecenderungan (trend) dan arah perkembangan masa depan.
  2. Tujuan perencanaan dengan berusaha mengurangi pengaruh faktor penghambat dan memperbesar pengaruh faktor pendorong.
  3. Orientasi pada pengelolaan secara menyeluruh, masukan proses dan keluaran dan tidak hanya memperhitungkan hasil akhir.
  4. Proses perkembangan itu sendiri harus dilaksanakan pada semua tingkat, manusia, kelom pok maupun lembaga, yang perlu diawali dengan meletakkan dasar dan terus dikembangkan menjadi kesatuan/kegiatan yang serba lengkap. Kecenderungan perkembangan itu untuk menjurus ke arah differensiasi/ keanekaragaman yang perlu diimbangi dengan usaha integrasi dan konsolidasi.
  5. Faktor ketidakpastian yang selalu melekat pada setiap perkembangan memerlukan strategi yang luwes dan evaluasi yang terukur dan teratur.

Berdasarkan semua hal di atas FKIP-UMSB merencanakan perbaikan mutu secara berkelanjutan selama lima tahun dan menentukan prioritas bagi tahap pertama sebagai berikut :

  1. Meningkatkan jumlah mahasiswa setiap tahunnya.
  2. Meningkatkan kesatuan/kegiatan yang telah ada dan meletakkan dasar dari kegiatan yang akan dilaksanakan.
  3. Meningkatkan mutu pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat sebagai pendukungnya.
  4. Mengutamakan mahasiswa yang berprestasi untuk dibantu dalam mengembangkan dirinya.
  5. Mengutamakan penambahandan pengembangan mutu, jumlah dan jenis tenaga pengajar dengan memperhatikan komposisinya.
  6. Mengutamakan peningkatan kualitas tenaga pengajar dan karyawan agar dapat memberikan kualitas pelayanan pendidikan yang prima.
  7. Mengutamakan peningkatan kualitas proses belajar mengajar.
  8. Mengutamakan mata ajar yang dapat menunjang berkembangnya profesionalisme sekaligus juga denganmengembangkan mata ajar yang teoritis scintific secara bertahap.
  9. Menerapkan proses pembimbingan yang mendorong peningkatan kualitas dan memperlancar kelulusan.
  10. Merintis bentuk pengajaran yang dapat menunjang kemampuan mengembangkan diri secara mandiri.
  11. Menyeimbangkan dimensi pendidikan dan penelitian terapan yang menunjang usaha pembangunan dengan penelitian yang memiliki dimensi teoritik atau penelitian dasar.
  12. Menyeimbangkan keikutsertaan mahasiswa dalam penelitian dengan penelitian yang dikerjakan oleh staf pengajar.
  13. Mendorong mahasiswa melakukan penelitian selain skripsi (tugas akhir) untukmenciptakan lulusan yang lebih berkualitas.
  14. Menyeimbangkan usaha pengabdian pada masyarakat yang dilakukan mahasiswa dalam rangka kerjasama dengan instansi pemerintah dan dunia pendidikan swasta yang melayani kepentingan umum dan usaha pengabdian yang dilakukan dan ditangani sendiri.
  15. Mengutamakan peningkatan efektivitas dan efisiensi pengelolaan dan pengembangansecara gradual jumlah, jenis dan mutu staf pengelola.
  16. Mengutamakan pengadaan dana yang tidak mengikat dan ketertiban pengelolaan, tanpa terlalu memberatkan mahasiswa dan keluarganya.
  17. Mengutamakan pembangunan dan perluasan gedung bagi kegiatan pokok pendidikan dan pengajaran.
  18. Mengutamakan peningkatan mutu perpustakaan dan laboratorium.
  19. Mengutamakan pengembangan kerjasama dengan Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM), Perguruan Tinggi Negeri (PTN), maupun Perguruan Tinggi Swasta  (PTS) sewilayah, serta merintis kerjasama dengan lembaga-lembaga lain (negeri/swasta) yang dipandang mampu mendukung pengembangan masa mendatang baik dalam maupun luar negeri.
  20. Merintis pengembangan kehidupan kampus dengan mengutamakan kegiatan yang ada kaitannya dengan bidang-bidang studi seperti ceramah ilmiah/kuliah Umum.

I.    Lingkup Perencanaan

Perencanaan Induk Pengembangan ini disusun untuk jangka waktu 5 tahun (2016-2020) dengan dasar keberhasilan dan kelemahan yang sudah dialami pada tahun (2011-2015).

 

 

BAB IV

RENCANA PENGEMBANGAN AKADEMIK

 

A.  Bidang Pendidikan

  1. Sistim Pendidikan

FKIP-UMSB menyelenggarakan program pendidikan srata satu (S1) dengan Sistem Kredit Semester (SKS), dimana beban kredit sebanyak 140 – 160 SKS.

ð   Keadaan mahasiswa semester ganjil 2015/2016 :

Jumlah Calon Mahasiswa                      :      58 orang

Jumlah mahasiswa yang diterima           :      47 orang

Jumlah mahasiswa terdaftar                   :    263 orang

Jumlah lulusan                                      :      64 orang

Jumlah mahasiswa tidak aktif / BSS        :      15 orang

ð   Keadaan dosen tahun 2015/2016 (Dosen Tetap) :

Doktor                                                  : -

Doktor (Cand)                                       : 4 orang

Magister                                               : 16 orang    

 

  1. Masalah Pendidikan

Masalah pendidikan meliputi aspek kurikulum pada umumnya, keadaan mahasiswa, dan dosen pada khususnya, serta aspek kendali mutu akademik.

  • Kurikulum :
  1. Belum sempurnanya penyusunan tujuan pengajaran (tujuan instrusional umumdan tujuan instrusional khusus) yang jelas dan terinci untuk setiap mata kuliah.
  2. Penyelenggaraan bidang studi belum semua mata kuliah ditunjang oleh penyediaan buku ajar.
  3. Penerapan kurikulum yang menekankan pada profesionalisme masih belum mencakup keseluruhan bidang ilmu kependidikan.
  4. Belum terpenuhinya sarana pengajaran yang ideal secara menyeluruh.
  5. Belum terlaksananya studi banding secara optimum yang disebabkan oleh:
    • Terbatasnya kesempatan para mahasiswa untuk mengadakan studi banding.
    • Kurangnya anggaran.

 

  • Keadaan Dosen

Masalah yang dihadapi sehubungan dengan keadaan dosen adalah loyalitas dosen tetap, dan disiplin dalam melaksanakan tugas.

  1. Jumlah Dosen Tetap :

Dalam kaitannya dengan jumlah mahasiswa, tampak perkembangan rasio dosen : mahasiswa, tahun 2015/2016 antara 1 : 30.  Peningkatan aktivitas beberapa orang dosen dengan adanya aktifitas luar tugas pokok menyebabkan menurunnya disiplin dosen di dalam menjalankan tugas pengajaran.

Masalah lain ialah hal-hal yang menyangkut insentif (material maupun non material). Rendahnya insentif dan fasilitas yang nyaman bagi dosen tetap mengakibatkan enggannya dosen hadir di kampus di luar jam pengajaran. Untuk jenis ini diperlukan peningkatan insentif serta penambahan ruangan yang memadai dengan segala fasilitas pendukung bagi setiap dosen tetap.

Dosen tidak saja memiliki keahlian dalam bidang studi jurusan yang ada akan tetapi juga bidang-bidang studi lain untuk mengembangkan mata kuliah lain seperti  mata kuliah dasar umum, sosial budaya dan sebagainya.

  1. Komposisi Kepangkatan Dosen :

Berdasarkan data yang ada di administrasi umum diketahui bahwa hampir semua dosen tetap FKIP-UMSB memiliki  jabatan fungsional minimal Asisten ahli.

Komposisi pendidikan dosen :

Ditinjau dari komposisi pendidikan dosen terlihat bahwa pada saat ini sebagian dosen FKIP-UMSB sedang menyelesaikan program pendidikan S3 yaitu 5 orang, jenjang  pendidikan S-2  sebanyak 16 orang. Sebagian dari mereka adalah dosen yang diperbantukan pemerintah (Kopertis Wilayah X), dan yang lainnya diangkat oleh yayasan.

  • Keadaan Mahasiswa

Keadaan mahasiswa tidak saja dilihat dari segi jumlahnya akan tetapi juga latar belakang yang mempengaruhi perkembangannya.  Sebagai bagian dari strategi untuk meningkatkan mutu lulusan, maka sejak tahun 2013 yang lalu telah diambil kebijakan bahwa jumlah mahasiswa yang diterima setiap tahunnya adalah tetap.  Namun demikian yang menjadi masalah ialah bagaimana meningkatkan prosentase (jumlah) lulusan per semester dengan memperhitungkan keseimbangan jumlah mahasiswa yang terdaftar dengan jumlah mahasiswa yang lulus dengan tanpa mengorbankan mutunya.

  1. Pengembangan Pendidikan
    • Pengembangan Program Studi dan Strata
    • Tujuan pengembangan :

Memantapkan program studi sesuai dengan kebutuhan mahasiswa yang berorientasi pada lapangan kerja yang tersedia.

  1. Menentukan spesifikasi lulusan sehingga lulusan FKIP-UMSB mempunyai corak tersendiri dibandingkan lulusan LPTK lainnya di Indonesia.
  2. Sasaran :
  • Jangka Pendek (5 Tahun) :

Semua program studi yang ada diharapkan cukup relevan dengan kebutuhan mahasiswa/masyarakat dan tuntutan kebutuhan tenaga kerja. Pada tahun 2015 jumlah dosen yang berpendidikan S3 bertambah meningkat. Jumlah dosen tersebut disediakan untuk melaksanakan Caturdharma Perguruan Tinggi.

 

 

b).  Jangka Panjang (10 tahun) :

Merupakan kelanjutan dari sasaran jangka pendek. Peningkatan program studi lebih disempurnakan dan dititik beratkan kepada kebutuhan masyarakat akan tenaga sarjana pendidikan.

  • Pengembangan Kurikulum
  1. Tujuan Pengembangan :

Memantapkan dan mengembangkan materi, struktur organisasi dan strategi kurikulum program.

  1. Sasaran :
    1. Terwujudnya keseimbangan komposisi komponen-komponen dalam kurikulum.
    2. Tersusunnya Tujuan Instruksional Umum/Tujuan Instruksional Khusus, serta stabilnya untuk tiap program dan strata yang lebih mantap.
    3. Terlaksananya model-model pendekatan intern dan antar disiplin ilmu secara luwes dan luas tanpa mengurangi disiplin yang diambil/digarap dalamprogram studi.
    4. Terlaksananya sistem evaluasi dan bimbingan studi dengan pedoman yang telah ditetapkan.
    5. Tersedianya sarana penunjang untuk melaksanakan metode pengajaran sesuai d&a


Info