Senin, 23 Oktober 2017

Dosen

BAB I PENDAHULUAN

  • Tujuan KinerjaDosen

 

Dalam perkembangan yang kompetitif dan mengglobal, setiap  lembaga, termasuk lembaga pendidikan seperti FKIP Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat membutuhkan personil, terutama tenaga dosen yang berprestasi tinggi. Pada saat  yang sama setiap personil memerlukan umpan balik atas  kinerja  mereka  sebagai  pedoman  bagi tindakan-tindakan mereka pada masa yang akan datang oleh karena  itu  penilaian yang dilakukan seharusnya menggambarkan kinerja personil. Hasil penilaian kinerja dapat menunjukkan apakah SDM yang ada telah memenuhi  tuntutan  yang  dikehendaki lembaga,  baik dilihat  dari  kualitas  maupun  kuantitas.  Informasi  dalam  penilaian kinerja personil merupakan refleksi dari berkembang tidaknya lembaga.

Penilaian kinerja mengacu pada suatu sistem formal dan terstruktur yang digunakan untuk mengukur, menilai dan mempengaruhi sifat-sifat yang berkaitan dengan pekerjaan, perilaku dan hasil. Dengan dimikian, penilaian prestasi adalah merupakan hasil kerja personil dalam lingkup tanggung jawabnya.

Kinerja dosen pada suatu perguruan tinggi merupakan perilaku nyata yang ditampilkan setiap dosen sebagai prestasi kerja yang dihasilkan oleh dosen tersebut sesuai dengan peranannya. Untuk dapat menentukan kualitas kinerja dosen perlu adanya criteria yang jelas. Mitchell (1978) menyatakan bahwa kinerja meliputi beberapa aspek, yaitu: aspek kualitas pekerjaan, ketepatan waktu, prakarsa, kemampuan dan komunikasi.

Kinerja dosen merupakan suatu hal yang sangat penting dalam upaya lembaga perguruan   tinggi   untuk   mencapai   tujuanya. Di dalam   dunia   yang   kompetitif   dan

 

mengglobal, setiap perguruan tinggi, seperti FKIP Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat memerlukan kinerja dosen yang tinggi. Pada saat yang bersamaan, dosen sebagai ujung tombak suatu perguruan tinggi memerlukan umpan balik dari lembaga atas hasil kerja mereka sebagai panduan bagi perilaku mereka di masa yang akan datang. Umpan balik  terhadap kinerja dosen dapat dilakukan melalui evaluasi kinerja.

Penilaian kinerja dosen merupakan suatu proses dari lembaga dalam melakukan evaluasi atau menilai kinerja dosen atau mengevaluasi hasil pekerjaan dosen. Penilaian yang dilakukan terhadap dosen di FKIP Universitas Muhammadiyah Sumatera Baratdilaksanakan dengan berbasis pada pengawasan, artinya penilaian yang dilakukan terhadap dosen tidak saja ditujukan  untuk  menilai kinerja,  juga  sekaligus  berpungsi untuk mengawasi dosen dalam melaksanakan tugas pokoknya, yaitu kegiatan pendidikan dan pengajaran, oleh karena itu kriteria yang dijadikan untuk mengevaluasi, sekaligus berfungsi sebagai alat untuk mengawasi kinerja dosen. Evaluasi kinerja dosen yang berbasis pengawasan ini bisa dilaksanakan oleh pimpinan jurusan, mahasiswa maupun tenaga yang ditetapkan oleh lembaga.

Evaluasi terhadap kinerja dilakukan dengan tujuan untuk

1.Pemberian penghargaan misalnya: tunjangan prestasi, kenaikan pengembangan karier, kesempatan pendidikan tambahan,

2. Sebagai salah satu informasi dalam perencanaan pelatihan

3. Membantu dalam penetapan tugas atau dalam mengampu suatu matakuliah.

4. Sebagai sumber informasi untuk pengambilan keputusan berkaitan dengangaji,upah,konpensasiberbagaiimbalanlainnya.

5. Sebagai alat untuk tingkat dosen

 

  1. Sebagai alat untuk membantu dosen dan mendorong dosen untuk mengambilinisiatifdalamupayamemperbaikikinerja.
  2. Untuk mengetahui efektivitas kebijakan berkaitan dengan SDM, sepertiseleksi,rekruetmentsertapelatihandanpengembangan.
  3. Mengidentifikasi dan menghilangkan hambatan-hambatan agar kinerja dosen menjadi baik.

 

B.                  Sasaran Evaluasi Kinerja Dosen

 

Salah satu tugas dan tanggung jawab dosen, sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah No. 20 tahun 2003, adalah melaksanakan pendidikan dan pengajaran. Tugas ini, merupakan utama seorang dosen yang harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh karena sebagai realisasi dari tugas utama suatu perguruan tinggi, yaitu melaksanakan kegiatan proses belajar mengajar dalam upaya  mendidik  mahasiswa Sebagai pendidik, dosen mengemban tugas dan tanggung jawab untuk mengebangkan potensi yang dimiliki mahasiswa, baik segi pengetahuan, keterampilan dan sikap yang sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.

Sesuai dengan tugas utama dosen sebagai pendidik dan pengajar, maka yang menjadi sasaran evaluasi kinerja dosen meliputi:

  1. Persiapan atau perencanaan pembelajaran dilakukan dosen, seperti: penyusunandanpengembanganSAP,Silabus,HandoutPerkuliahan
  2. Pelaksanaan pembelajaran, antarakemampuandalampenyampaian materi pelajaran, penguasaan materi, penggunaan alat bantu pendidikan, manajemen kelas, pemberian tugas-tugas perkuliahan, penggunaan metoda pembelajaran
  3. Evaluasi hasil belajar meliputi: antara penetapan atau evaluasi digunakan, kesesuaian penggunaan jenis evaluasi dengan pembelajaran, relevansi antara soal dengan materi perkuliahan yang disampaikanmahasiswa.
  4. Kemampuan dosen dalam atau berinteraksi dengansiswa, memotivasisiswa,membantumengalamimasalahdalambelajar.

 

Aspek-aspek yang menjadi ukuran dalam mengevaluasi kinerja dosen tersebut, meliputi:

 

(a). Kualitas hasil kerja (quality of work) ,

(b). Kemampuan (capability),

(c) (communication), dan

(e). Ketepatan waktu (promtness).

 

C.    Pelaksana Penilaian  Kinerja Dosen

 

Dalam melaksanakan evaluasi terhadap kinerja dosen hendaknya berorientasi pada tujuan, dengan memperhatikan kriteria-kriteria evaluasi yang  telah  ditetapkan. Pelaksanaan evaluasi juga didasarkan pada program evaluasi yang direncanakan.

 

Agar evaluasi kinerja dosen berjalan efektif, perlu ditentukan pejabat yang ditugaskan untuk melakukan evaluasi, artinya siapa yang  akan  melakukan  evaluasi kinerja dosen tersebut, yang ditetapkan dengan surat keputusan, sehingga  ketika melakukan evaluasi memiliki legilatas yang kuat. Evaluasi kinerja dosen hendaknya dilakukan oleh orang yang memiliki kesempatan yang luas untuk  mengamati perilaku dosen secara langsung di kelas.

 

Dengan adanya ketetapan siapa yang akan melakukan evaluasi diharapkan pelaksanaan evaluasi akan berjalan secara baik dan berkelanjutan. Ada beberapa kemungkinan tentang siapa yang dapat melakukan evaluasi kinerja dosen:

 

  1. Evaluasi oleh pimpinan atau ketua program
  2. Evaluasi oleh

 

  1. Evaluasi dilakukan oleh Bagian Akademik ada ruang lingkup evaluasi dibatasi pada aspek administrasi akademik,menilai kesesuaian tugasdengan kehadiran dosen, pelaksanaan UTS
  2. Evaluasi kombinasi, artinya dilakukan secara olehpimpinan, evaluasi dibentuk di FKIP Universitas Muhammadiyah Sumatera , evaluasi oleh mahasiswa, dan evaluasidiri.

 

 

D.                 Waktu Penilaian Kinerja Dosen

 

Ditinjau    dari    segi    waktu    pelaksanaan    penilaian    kinerja    dosen    berbasis pengawasan, terdiri atas:

  1. Penilaian terus penilaian kinerja dilakukan untuk mengendalikan atau menilai secara berkelanjutan tanpa terbatas pada waktutertentu.
  2. Penilaian berkala, penilaian dilakukan untuk mengendalikan atau menilai pada jangka tertentu, berdasarkan rencana atau program telahditetapkan.

 

  1. Penilaian sewaktu-waktu, penilaian kinerja dilakukan untuk mengendalaikan menilai secara mendadak berdasarkandata,atau keperluan pada saat tertentu terhadap suatu persoalan khusus rencanakegiatanpenilaian/pengawasantelahditetapkan.

 

BAB II

 

LANDASAN EVALUASI KINERJA DOSEN

 

  1. No.20 tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional
  2. No.14 tahun 2005 Tentang Guru dan Dose
  3. Peraturan {emerintah No. 60 tahun 1999 tentang pendidikan Tinggi

 

BAB III

JENIS DAN WEWENANG EVALUASI KINERJA DOSEN

A. Jenis evaluasi kinerjadosen

Evaluasi kinerja dosen dapat diklasifikasikan menurut jenisnya sebagai berikut:

 

1.  Ditinjau dari ruang lingkupnya

Evaluasi kinerja dilakukan oleh pimpinan program  studi  untuk menilai dosen yang bertugas pada program studi tersebut serta oleh setiap mahasiswa yang telah mengontrak mata kuliah dan mendapat perkuliahan dari dosennya masing-masing, atau penilaian kinerja dosen oleh TIM penilai yang telah ditetapkan oleh pimpinan.

2.   Ditinjau dari segi waktu pelaksanaan

        Ditinjau dari segi waktu pelaksanaan, evaluasi kinerja terbagi atas:

  • Evaluasi terus-menerus, evaluasi dilakukan oleh mahasiswa pimpinan atau oleh tim ditunjuk. Dilakukan setiap akhir semester.
  • Evaluasi sewaktu-waktu, evaluasi kinerjadosendilakukan secara mendadak berdasarkan atau keperluan pada saat tertentu terhadap suatu persoalan khusus rencana evaluasi telah ditetapkan.

 

3.   Ditinjau dari segi substansinya

      Ditinjau dari segi substansinya, penilaian kinerja dosen terbagi atas:

 

  • Penilaian dan pengawasan mutu, yaitu penilaian kinerja berbasis pengawasan yang dilakukan untuk menilai  situasi,  kondisi,  dan  kemampuan dosen dalam melaksanakan tugas-tugas profesionalnya yang sesuai dengan standar atau criteria yang telah ditetapkan.
  • Penilaian Perkembangan, yaitu penilaian berbasis pengawasan dilakukan untuk menilai perkembangan pelaksanaan tugas setelah dosen tersebut  dinilai kinerjanya dan dilakukan umpan balik dalam jangka waktu tertentu.

B.   Wewenang Pejabat/Petugas yang melaksanakan evaluasi kinerja dosen

Agar kegiatan penilaian kinerja berjalan efektif,  maka  pejabat  yang bertugas untuk melaksanakankan penilaian perlu ditetapkan ruang lingkup kewenangannya, antara lain:

  • Penilaian/pengawasan oleh dilakukan menggunakan telah disediakan oleh SPMI. penilaian telah diisi dikembalikan kepada petugas ditunjuk.
  • Menyusun pengawasan, dan mensosialisasikannya kepada akandinilaikepadamahasiswapeserta
  • Menghubungi akan dinilai/diawasi, dengan maupun pemberitahuanterlebih dahulu kepada bersangkutan.
  • Meminta bahan dan/atau keterangan yang diperlukan dan wajib diberikan oleh dosen yang dinilai/diawasi.
  • Memberi saran teknis administratif dan teknis educative kepada dosensesuai standar kerja yang berlaku.
  • Mengambil tindakan korektif (khusus tindakan ini dilakukan olehpimpinan atau terhadap penyimpangan atau penyelewengan pelaksanaan tugas oleh serta melaporkannya kepada pimpinan FKIP Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat.

C.     Ruang Lingkup Tugas Penilai kinerja dosen

Evaluasi kinerja dosen dapat dilakukan oleh pimpinan program studi, oleh  Tim penilaian yang dibentuk oleh pimpinan Program Studi, dosen itu sendiri (evaluasi  diri) serta oleh mahasiswa. Hal-hal yang harus dilakukan oleh penilai  kinerja  dosen, antara lain:

  1. Menyusun rencana kegiatan penilaian
  2. Menyiapkan alatevaluasi
  3. Menetapan dosen akan evaluasi
  4. Memberi tahu dosen akan dievaluasi
  5. Melakukan Evaluasi dengan menggunakan instrument yang telah ditetapkan
  6. Memeriksa dokumen-dokumen terkait dengan tugas dosen sebagaipengajar, seperti SAP, dan handout
  7. Mengolah hasilpenilaian
  8. Menyampaikan hasil penilaian kepada dosen bersangkutan dan pimpinan kerja
  9. Melakukan tindak hasil evalauasikinerja.

 

BAB IV

PROSEDUR EVALUASI KINERJA DOSEN

A. Prinsip-Prinsip Penilaian Kinerja Dosen

Ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam melakukan evaluasi kinerja dosen, agar evaluasi yang dilakukan dapat menggambarkan kinerja dosen yang sesungguhnya, yaitu:

  1. Penilaian harus mempunyai hubungan dengan pekerjaan dosen
  2. Penilaian harus didasarkan pada standar pelaksanaan kerja dosen.
  3. Sistem penilaian praktis, mudah dipahami dan dimengerti mudah digunakan, oleh mahasiswa, pimpinan oleh tenaga administrative maupun oleh dosensendiri.
  4. Sistem penilaian praktis, mudah dipahami dan dimengerti mudah digunakan, oleh mahasiswa, pimpinan oleh tenaga administrative maupun oleh dosensendiri.
  5. Penilaian kinerja dosen harus memberikan manfaat bagi lembaga maupun dosensendiri.
  6. Hasil penilaian hendaknya dijadikan dasar dalam memberikan bimbingan teknis operasional bantuan pemecahan masalah untuk kelancaran pelaksanaan tugasdosen.
  7. Kegiatan penilaian harus menemukan penyebab kesalahan cara memperbaikinya.
  8. Kegiatan penilaian dapat dijadikan sebagai sarana komunikasi antara pimpinan dengan dosen, sehingga pendekatan pribadi serta terpupuk rasa kepercayaan dan kerjasama baik
  9. Penilaian kinerja pada hakekatnya adalah proses kooperatif merupakan suatu integral manajemen FKIP Universitas Muhammadiyah SumateraBarat.

B.   Metode dan Teknik Evaluasi Kinerja Dosen

 

Penilaian kinerja dosen dapat dilakukan dengan cara:

 

  • Secara langsung atau dengan melakukan pemeriksaan dokumen,pertemuantatamuka,pengisianinstrumentevaluasilangsung dilakukan oleh timpenilaian.
  • Secara tidak berupa penilaian atas laporan tertulis mahasiswa, hasil evaluasi atau laporanpetugasadministratifmencatat monitoring.
  • Untuk menilai kinerja dosen dilakukan dengan menggunakan Skala Peringkat (Rating Scale). Penilaian dilakukan dengan menggunakan skala- skala tertentu, paling rendah sampai paling tinggi. Penilaiandidasarkanpadapendapat-pendapat

C.     Prosedur Evaluasi

 

Penilaian kinerja dosen terdiri dari beberapa tahapan. Menurut Gary (1977:3) penilaian kinerja terdiri dari tiga langkah, yaitu: mendefinisikan pekerjaan, menilai kinerja, dan memberikan umpan balik. Pandangan lain yang lebih rinci, dan cocok untuk mengukur kinerja dosen, seperti dikemukakan oleh Marwansyah dan Mukaram (2000:108) mengemukakan ada lima langkah dalam Proses Penilaian Unjuk Kerja (PUK), yaitu:

 

  • Mengidentifikasi tujuan spesifik penilaian unjuk kerja. Contoh tujuan spesifik ini adalah: mempromosikan karyawan, mengidentifikasi kebutuhan pelatihan, mengdiagnosa masalah-masalah dialamikaryawan.
  • Menentukan tugas-tugas harus dijalankan dalalam suatu pekerjaan (analisis jabatan). Jika analisis jabatan sudah dilakukan, pada tahap ini cukup dilakukan untukataumelengkpiinformasihasilanalisisjabatan.
  • Memeriksa tugas-tugas dijalani. Pada tahap penilai memeriksa tugas- tugas dilaksanakan oleh tiap-tiap pekerja,denganberpedomanpada deskripsijabatan.
  • Menilai unjuk kerja. Setelah memeriksa tugas-tugas, penilai memberikan untuk tiap-tiap unsur jabatan diperiksa atau
  • Membicarakan hasil penilaian dengan karyawan. Pada tahap terakhir hendaknya menyampaikan dan mendiskusikan hasil penilaian kepada karyawan dinilai. Karyawan dinilai dapat mengklasifikasikan hasil penilaian dan, perlu, bisamengajukankeberatanatashasilpenilaiaan.

penilaian kinerja dosen dapat diilustrasikan dalam bentuk gambar berikut init:

 

 

 

Umpan balik bagi bagi

 

Dokumen Kinerja Dosen

 

Kinerja Dosen

Penilaian Kinerja

 

Ukuran- ukuran kinerja

 

Standar Kinerja

 

Keputusan SDM

PROSEDUR PENILAIAN KINERJA DOSEN


D.     Instrumen Evaluasi Kinerja Dosen

 

Evaluasi kinerja dosen berbasis pengawasan dapat dilakukan oleh pimpinan jurusan/program studi, tim yang dibentuk oleh program studi, oleh dosen sendiri maupun oleh mahasiswa. Untuk melakukan evaluasi digunakan instrument evaluasi yang sekaligus berfungsi sebagai instrument yang dapat digunakan dalam melakukan  pengawasan terhadap kinerja dosen. Setiap penilai menggunakan instrument evaluasi yang berbeda. Adapun  instrument  yang  digunakan adalah sebagai berikut:

 

INSTRUMEN PENILAIAN KINERJA DOSEN


(Penilai : Mahasiswa)

1.      Identitas Dosen yg Dinilai

Nama Dosen                                  :

Mata Kuliah yang Diampu           :

 

  1. Penilaian
    •  

 

  • dengan membubuhkah tanda check (v) pada sekala penilaian yang telah ditetapkan

3.         Skala Penilaian:

4 = baik sekali,     3 = baik,      2 = cukup,       1 = kurang,

 

No

Aspek-aspek yang dinilai

Skala Penilaian

4

3

2

1

A.

Persiapan

 

 

 

 

1

Silabus, materi perkuliahan dan alat bantu pembelajaran yang dipersiapakan dosen

 

 

 

 

2

Dosen menyampaikan silabus kepada mahasiswa dan meminta setiap mahasiswamemilikinya

 

 

 

 

3

Menyiapkan daftar peserta mata kuliah

 

 

 

 

4

Kesesuaian pelaksanaan perkuliah dengan jadwal perkuliahan

 

 

 

 

5

Dosen menyiapkan atau membawa berita acara perkuliahan

 

 

 

 

6

Dosen menetapkan atau mengiformasikan tata tertib dan ketentuan akademis yang harus diikuti oleh mahasiswa

 

 

 

 

7

Dosen menyampaikan program perkuliahan kepada mahasiswa dan tujuan perkuliahan yang akan dicapai

 

 

 

 

B

Pelaksanaan

 

 

 

 

8

Ketepatan waktu dosen dalam mengawali dan mengakhiri  perkuliahan

 

 

 

 

9

Kehadiran tim Pengampu mata kuliah (Dosen dan asisten)

 

 

 

 

10

Ketertiban dosen dalam mengisi berita acara perkuliahan

 

 

 

 

 

 

dan semua dosen yang membina mata kuliah menandatanganinya

 

 

 

 

11

Pada saat kuliah pertama, dosen melakukan sosialisasi tentang pengelolaan agenda perkuliahan, kehadiran, tujuan mata kuliahan, materi tugas, penilaian, tugas .

 

 

 

 

12

Penggunaan media/alat pelajaran dalam setiap pertemuan

 

 

 

 

13

Penguasaan materi kuliah oleh dosen pada saat mengajar

 

 

 

 

14

Penggunaan metode perkuliahan yang sesuai dengan materi kuliah dan tujuan pembeljaran

 

 

 

 

15

Dosen melakukan pembelajaran berpusat pada mahasiswa

 

 

 

 

16

Kemampuan dosen dalam menegakkan peraturan dalam perkuliahan

 

 

 

 

17

Dosen memberikan tugas terstruktur dan tugas mandiri pada mahasiswasesuai dengan bobot SKS dan tujuan perkuliahan

 

 

 

 

18

Dosen memberikan tugas terstruktur dan tugas mandiri pada mahasiswasesuai dengan bobot SKS dan tujuan perkuliahan

 

 

 

 

19

Dosen memberikan pertemuan tambahan jika jumlah pertemuan belum mencapai 16 pertemuan

 

 

 

 

20

Kemampuan dosen dalam menciptakan suasana kelas yang kondusif

 

 

 

 

21

Kemampuan dosen dalam menciptakan lingkungan fisik atau penataan sarana pembelajaran di kelas

 

 

 

 

22

Kemampuan dalam memotivasi siswa agar aktif dalam proses  belajar mengajar

 

 

 

 

23

Kemampuan dosen dalam menyampaikan materi perkuliahan

 

 

 

 

23

Penampilan dosen, seperti kerapihan, kebersihan dan keserasian dalam berpakaian

 

 

 

 

24

Penggunaan bahasa dalam pelaksanaan perkuliahan (kejelasan, sopan dan santun dalam berbahasa

 

 

 

 

25

Dosen menerima saran dan kritik dari mahasiswa tentang-tentang upaya-upaya perbaikan kualitas pembelajaran.

 

 

 

 

26

Sikap dosen dalam menerima pendapat mahasiswa yang terkait dengan materi perkuliahan

 

 

 

 

27

Kemampuan dosen dalam menghindari penggunaan bahasa yang bersifat menghina, melecehkan, mengejek

 

 

 

 

 

18

 

 

 

dan menyinggung perasaan orang lain.

 

 

 

 

C

Penilian Hasil Belajar Mahasiswa

 

 

 

 

28

Dosen melaksaksanakan UTS dan UAS,sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan/kalender akademik

 

 

 

 

29

Dosen melayani mahasiswa mengikuti UAS yang jumlah kehadirannya dalam perkuliahan sekurang-kurangnya 80% dari jumlah tatap muka

 

 

 

 

30

Obyektifitas dalam memberikan nilai kepada mahasiswa

 

 

 

 

31

Pengawasan ujian dilakukan langsung oleh dosen pengampu mata kuliah

 

 

 

 

32

Transparansi dalam penetapan nilai akhir mahasiswadan pengumuman nilai akhir kepada mahasiswa

 

 

 

 

33

Dalam pelaksanaan ujian dosen hanya melayani mahasiswayang terdapat sebagai peserta mata kuliah

 

 

 

 

34

Dosen memberikan ujian susulan bagi mahasiswa Peserta ujian yang tidak hadir pada saat ujian dengan alasan yang kuat, dapat meminta ujian susulan kepada dosen penanggung jawab selambat-lambat 1 minggu setelah ujian

 

 

 

 

35

Dosen penanggung jawab mata kuliah menentukan waktu dan tempat penyelenggaraan ujian susulan selambat-lambatnya satu minggu setelah mahasiswa meminta ujian susulan

 

 

 

 

35

Dosen menyelenggarakan ujian ulang bagi mahasiswa yang memperoleh nilai D dan E pada semester yang baru berjalan selambat-lambatnya satu minggu setelah nilai akhir mata kuliah diumumkan

 

 

 

 

36

Jika ada keberatan atas nilai ujian, mahasiswa peserta ujian dapat menyampaikan keberatan tersebut kepada dosen penanggung jawab

 

 

 

 

38

Jika ada keberatan atas nilai ujian, mahasiswa peserta ujian dapat menyampaikan keberatan tersebut kepada dosen penanggung jawab

 

 

 

 

39

Ketepatan waktu dalam penyerahan nilai ke program studi atau ke bagian akademik Dosen mengolah nilai sesuai dengan pedoman akademik dan menyerahkannya ke bagian akademik

 

 

 

 

40

Kesesuaian antara materi yang diujikan dengan materi kuliah yang disampaikan

 

 

 

 

41

Kesesuaian materi ujian dengan tujuan pembelajaran

 

 

 

 

42

Bentuk-bentuk soal ujian yang diberikan oleh dosen

 

 

 

 

 

 

19

 

INSTRUMEN PENILAIAN KINERJA DOSEN

(Penilai: Dosen (Self Evaluation)

    • Nama Dosen:
    • Mata kuliahyangdiampu:
    •  

2.  Petunjuk Penilaian

  •  
  •  

3.    Skala Penilaian:

Baik Sekali= 4        Baik = 3      Cukup= 2       Kurang= 1

 

 

No

Aspek-Aspek yang Dievaluasi

Skala Penilaian

4

3

2

1

 

A

Persiapan Perkuliahan

 

 

 

 

 

1

Penyiapkan SAP, silabus, materi perkuliahan dan alat bantu pembelajaran

 

 

 

 

 

2

Dalam menyusun materi perkuliahan mempertimbangkan kerkembangankeilmuan, baik seara nasional maupun internasional

 

 

 

 

 

3

Materi kuliah yang disampaikan di –benchmark secara nasional/internasional dengan materi kuliah yang sama di PT lain dengan melihat silabus mata kuliah di internet

 

 

 

 

 

4

Meninjau ulang materi yang disampaikan setiap semester berakhir dan merevisinya sesuai dengan perkembangan  keilmuan

 

 

 

 

 

5

Menyiapkan dan membawa daftar Hadir mahasiswa yang berasal dari bagian akademik

 

 

 

 

 

6

Penyiapan agenda perkuliahan dalam setiap pertemuan/perkuliahan dari program studi

 

 

 

 

 

 

20

 

 

B

Pelaksanaan Perkuliahan

 

 

 

 

 

7

Kesesuaian perkuliahan dengan silabus dan materi yang telah ditetapkan

 

 

 

 

 

8

Kehadiran dalam perkuliahan

 

 

 

 

 

9

Pengengisian berita acara perkuliahan dan semua dosen yang membina mata kuliah menandatanganinya

 

 

 

 

 

10

Penandatangani berita acara perkuliahan oleh mahasiswa

 

 

 

 

 

11

Penyampaian silabus, SAP kepada mahasiswa dan meminta setiap mahasiswamemilikinya

 

 

 

 

 

12

Mengindari penggunaan bahasa yang bersifat menghina, melecehkan, mengejek, dan menyinggung perasaan mahasiswa.

 

 

 

 

 

13

Penyerahkan berita acara perkuliahan ke proram studi

 

 

 

 

 

14

Kemampuan dalam penataan lingkungan fisik sekolah

 

 

 

 

 

15

Perkuliahan pertama, melakukan sosialisasi tentang pengelolaan agenda perkuliahan, kehadiran, tujuan mata kuliahan, materi tugas, penilaian, tugas .

 

 

 

 

 

16

Penetapan sanksi akademis dan non akademis jika tata tertib dan ketentuan akademis tidak dipenuhi mahasiswa

 

 

 

 

 

17

Kemampuan dalam menciptakan hubungan yang harmonis dengan mahasiswa atau suasana kelas yang kondusif

 

 

 

 

 

18

Absensi kehadiran mahasiswasetiap pertemuan oleh dosen

 

 

 

 

 

19

Keterbukaan dalam menerima pendapat mahasiswa, dengan memperhatikan kaidah ilmiah dan kebenaran umum

 

 

 

 

 

20

Pemberian sansi kepada mahasiswa yang terlambat lebih dari  30 menit.

 

 

 

 

 

21

Memberikan tugas kepada mahasiswaseperti penyusunan makalah, praktek di laboraturium atau bengkel kerja, praktek lapangan, chapter report, laporan buku, telaah kritis, menterjemahkan, pameran, konser sesuai dengan kebutuhan mata kuliah

 

 

 

 

 

22

Jumlah pertemuan dalam setiap semester untuk setiap mata kuliah yang diampu.

 

 

 

 

 

23

Bapak/Ibu memberikan tugas terstruktur dan tugas mandiri pada mahasiswa

 

 

 

 

 

 

21

 

 

24

Bapak/Ibu memberikan tugas terstruktur dan tugas mandiri pada mahasiswa

 

 

 

 

 

25

Menghindarkan diri dari sikap arogan serta



Info