Senin, 23 Oktober 2017

Media

LABORATORIUM  MICRO TEACHING

 

 

Pengajaran Microteaching dilaksanakan di Laboratorium micro teaching FKIP UMSB yang dikelola oleh beberapa orang yang ditugasi berdasarkan Surat Keputusan yang dikeluarkan oleh Dekan FKIP UMSB. Struktur organisasi terdiri dari kepala laboratorium dan dibantu oleh 2 orang staf. Laboratorium  microteaching  memiliki  beberapa  ruangan  yang dilengkapi dengan seperangkat alat yang dapat digunakan untuk praktik pembelajaran micro.

Guna memperlancar kegiatan perkuliahan, pengelola laboratorium micro teaching berkoordinasi dengan ketua program studi dan kepala laboratorium setiap program studi yang mahasiswanya akan mengikuti perkulihan microteaching. Koordinasi yang dilakukan antara lain tentang jumlah mahasiswa yang akan mengikuti perkuliahan dan jumlah dosen yang akan direkomendasikan menjadi dosen pengampu pada mata kuliah micro teaching.

Pengajaran Microteaching merupakan bagian yang terintegrasi dalam matakuliah Magang 1 dan Magang 2.

 

  • VISI, DAN MISI LABORATORIUM MICRO TEACHING

 

Visi

“Optimalisasi peran laboratorium micro teaching dalam upaya menciptakan calon guru yang profesional, beriman dan berbudi pekerti yang baik”

 

Misi

  1. Menyediakan perangkat pelaksanaan perkuliahan micro teaching yang berstandar
  2. Memberikan pelayanan yang optimal terhadap mahasiswa yang mengikuti perkuliahan micro teaching
  3. Mengadakan evaluasi pelaksanaan kegiatan micro teaching secara menyeluruh danberkesinambungan

 

  • TUJUAN LABORATORIUM MICRO TEACHING

Secara umum tujuan laboratorium micro teaching adalah menyelenggarakan perkuliahan micro teaching dan memberikan pelayanan terhadap mahasiswa calon guru apabila ingin menggunakan laboratorium untuk simulasi  pembelajaran. Sedangkan secara khusus tujuan   laboratoriummicro teaching antara lain;

  • Mengkoordinasi penyelenggaraan perkuliahan micro teaching
  • meyediakan tempat belajar mengajar dalam skala kecil (pembelajaran micro)
  • Membantu mahasiswa calon guru untuk mengembangkan dan mengasah keterampilan mengajarnya melalui pembelajaran micro
  • membantu mahasiswa calo guru dalam mempersiapakn  dirinya untuk mengikuti PL

 

 

PETUNJUK PELAKSANAAN PERKULIAHAN MICROTEACHING

 

FKIP Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat mempunyai misi dan tugas menyiapkan serta menghasilkan guru atau tenaga kependidikan yang memiliki kompetensi pedagogik, profesional, personal, dan sosial. Dalam menyiapkan tenaga profesional tersebut, FKIP UMSB memberikan seperangkat pengetahuan dan            keterampilan        kepada   mahasiswa  tentang proses pembelajaran dan atau kegiatan kependidikan lainnya diantaranya dengan adanya mata kuliah Magang 1 dan Magang 2  dimana  pengajaran Microteaching menjadi bagian yang terintegrasi didalamnya.

Sifat micro dalam pengajaran microteaching merupakan sebuah usaha sistematis dalam proses belajar mengajar yang sedemikian kompleks. Usaha ini meliputi hal-hal sebagai berikut :

  1. Bahwa dengan menguasai komponen kegiatan mengajar, diharapkan mahasiswa calon guru dalam kehidupan nyata dapat melaksanakan kegiatan mengajar secara sistematis danterukur.
  2. Bahwa dengan menyederhanakan situasi maka perhatian mahasiswa calon guru dapat ditujukan sepenuhnya kepada pembinaan keterampilan yang merupakan komponen dari kegiatanmengajar.
  3. Bahwa dengan menyederhanakan situasi latihan maka diharapkan mahasiswa dapat melaksanakan kegiatan observasiyang lebih teliti dan pencatatan yang lebih seksama dan teliti. Selanjutnya hasilnya dapat digunakan sebagai bahsan diskusi tentang penampilan yang bersangkutan. Hasil diskusi tersebut dapat digunakan sebagai umpan balik/refleksi bagi mahasiswa calon guru sehingga mereka dapat memperbaiki kesalahan yang dilakukan sehingga tidak mengulangi kesalahan yang sama pada real classroomteaching.

Dengan demikian, jelaslah bahwa pengajaran mikro adalah mata kuliah yang bersifat praktikum dalam situasi laboratoris yang mudah dikontrol dan membutuhkan mata kuliah-mata kuliah lain sebagi prasyarat.

 

  • SYARAT MENGIKUTI PERKULIAHAN MICROTEACHING

Perkuliahan micro teaching diikuti oleh  seluruh  mahasiswa  FKIP UMSB. Mahasiswa  yang  dapat  mengikuti  perkuliahan  ini  adalah  mahasiswa yang telah memenuhi syarat sebagai berikut:

  1. Telah Lulus mata kuliah Prasyarat yaitu mata kuliah kependidikan yang meliputi mata kuliah belajar dan pembelajaran, perkembangan peserta didik, strategi pembelajaran, media pembelajaran, profesi kependidikan, pengembangankurikulum.
  2. bersedia mengikuti perkuliahan microteaching dan siap menjadi pribadi yang mencerminkan seorangguru.
  3. Menyelesaikan administrasiperkuliahan.
  4. Entri KRS mata kuliah Micro Teaching pada semester 3 (Magang 1 ) dan (Magang 2)

 

B. MATERI

 

Setiap mahasiswa diwajibkan melatih setiap komponen keterampilan dasar keguruan yang wajib dikuasai guru:

  1. Keterampilan membuka dan menutuppelajaran
  2. Keterampilan menjelaskan dan memvariasikanstimulus
  3. Keterampilan bertanya dan memberipenguatan
  4. Keterampilan mengajar secaraterintegrasi

Keterampilan-keterampilan tersebut hendaknya dilatihkan secara berurutan, satu demi satu.

C.   TEKNIS PELAKSANAAN DAN ALOKASI WAKTU

 

  1. Sebagai mata kuliah yang bersifat praktikum, jumlah peserta pengajaran mikro harus dibatasi agar pelaksanaannya dapat efisien danefektif.
  2. Kelas dibagi menjadi beberapa kelompok.Masing-masingkelompok terdiri dari 10orang.
  3. Mahasiswa yang bertugas mengajar pada sesi itu menempati RUANG SIMULASI. Jumlah mahasiswa adalah 10. Secara bergiliran mereka akan bertugas menjadi gurumodel.
  4. Mahasiswa yang tidak bertugas secara bergiliran akan berada di RUANG OBSERVASI. Setiap guru akan diobservasi oleh 3 mahasiswayangbertindak sebagai OBSERVER masing masingketerampilan.
  5. Setiap mahasiswa harus menyusun sebuah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) untuk waktu 10 menit. RPP harus ditulis rapi dan dikonsultasikan kepada dosen pembimbing sebelumtampil.
  6. Mahasiswa mempersiapkan diri untuk mengajar dengan sebaik-baiknya termasuk persiapan materi, penampilan dan media yang akandigunakan.

C.   TEKNIS PELAKSANAAN DAN ALOKASI WAKTU

 

  1. Sebagai mata kuliah yang bersifat praktikum, jumlah peserta pengajaran mikro harus dibatasi agar pelaksanaannya dapat efisien danefektif.
  2. Kelas dibagi menjadi beberapa kelompok.Masing-masingkelompok terdiri dari 10orang.
  3. Mahasiswa yang bertugas mengajar pada sesi itu menempati RUANG SIMULASI. Jumlah mahasiswa adalah 10. Secara bergiliran mereka akan bertugas menjadi gurumodel.
  4. Mahasiswa yang tidak bertugas secara bergiliran akan berada di RUANG OBSERVASI. Setiap guru akan diobservasi oleh 3 mahasiswayangbertindak sebagai OBSERVER masing masingketerampilan.
  5. Setiap mahasiswa harus menyusun sebuah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) untuk waktu 10 menit. RPP harus ditulis rapi dan dikonsultasikan kepada dosen pembimbing sebelumtampil.
  6. Mahasiswa mempersiapkan diri untuk mengajar dengan sebaik-baiknya termasuk persiapan materi, penampilan dan media yang akandigunakan.
  7. Tahapan pengajarn microteaching mengajar dan alokasi waktu setia pertemuan adalah 120menit.
    • Pertemuan Pendahuluan antara guru model dan dosenpembimbing
      1. Seminggu sebelumnya GURU mendiskusikan RPP yang dibuatnya dengan dosenpembimbing.
      2. Dalam pertemuan ini GURU berdiskusi dengan dosen pembimbing mengenai materi yang akan ditampilkan saat perkuliahan microteaching dilaksanakan
      3. Pelaksanaan Microteaching selama 10menit
      4. Selama 10 menit, GURU melakukan kegiatan microteaching. Petugas yang lain melakukan pengamatan berdasarkan format observasi yang telah disiapkan.  Terdiri dari
  8. 1 menit kegiatanapersepsi

  9. 2 menit uraianmateri

  10. 3 menitpenutupan

  11. 4 Feed Back 2 menit dariobserver

  12. 5 Feed Back diberikan oleh dosen pembimbing setelah proses microteaching untuk semua kelompok telah dilaksanakan. Berdasarkan rekaman yang dibuat saat pelaksanaan microteaching.

  13. Pelaksanaan latihan mengajar akan direkam dengan video camcorder. Rekaman tersebut digunakan oleh dosen untuk memberikan feed backdan oleh mahasiswa sebagai dasar penyusunan refleksi. Jadi setelah mengajar mahasiswa yang bertugas sebagai guru (secara berkelompok) harus melihat kembali rekaman mengajar di luar jam kuliah. Berdasarkan hasil rekaman. Komentar dari rekan mahasiswa dan dari dosen, mahasiswa yang bertugas menjadi guru harus menyusun refleksi untuk dikumpulkan kepada dosen seminggu setelahmengajar.

 

KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR

  • KETERAMPILAN MEMBUKA DAN MENUTUPPELAJARAN

Tujuan membuka pelajaran adalah untuk menciptakan atmosfir pembelajaran yang dapat menimbulkan motivasi siswa terhadap topik yang akan dipelajari. Membuka pelajaran hendaknya dilakukan tidak hanya setiap awal pelajaran tetapi juga setiap kali beralih ke topik baru.

Hal-hal yang perlu diusahakan dalam membuka kegiatan pembelajaran adalah sebagai berikut:

  1. Membangkitkan perhatian dan minatsiswa Dalam usaha menarik perhatian dan memotivasi siswa, praktikan perlu menunjukkan antusiasme yang tinggi. Beberapa cara untuk membangkitkan perhatian dan minat siswa adalah dengan
  • Gaya mengajarguru
  • Penggunaan alat bantu mengajar (mediapembelajaran)
  • Variasi dalam polainteraksi

 

  1. Membangkitkan Perhatian dan minat merupakan unsur penting adalah menimbulkan motivasi.  Ada berbagai cara untuk menimbulkan motivasi siswa
  • Bersemangat danantusias,
  • Membuka rasa ingintahu,
  • Mengemukakan ide yang tampaknyabertentangan,
  • Memanfaatkan hal-hal yang menjadi perhatiansiswa

 

  1. Memberi acuan ataustruktur

Pemberian acuan dapat dilakukan dengan penyampaian tujuan dan batas- batas tugas, memberi petunjuk atau saran tentang langkah-langkah tugas dan mengajukan pertanyaan arahan. Praktikan menyampaikan tujuan pembelajaran dan jenis tugas untuk mencapai tujuan yang telah direncanakan. Untuk memperlancar tujuan tersebut diperlukan langkah- langkah kegiatan yang konkret.

 

  1. Praktikan perlu menace pada pengetahuan dan pengalaman yang sudah dimiliki siswa sebagai batu loncatan untuk mengarahkan siswa pada topic yang akan dipelajari. Praktikan juga bias menunjukkan kaitan dengan mengusahakan kesinambungan dengan topic  yang  sudah dipelajari   ataundengan membandingkan pengetahuan yang sudah dipelajari dan akan dipelajari.

 

Tujuan menutup pelajaran adalah meninjau kembali sejauh mana siswa telahmencapai tujuan pembelajaran dan memperoleh gambaran yang menyeluruh tentang hal-hal yang telah dipelajari, mengetahui keberhasilan siswa dalam menyerap pelajaran dan menentukan titik pangkal untuk pelajaran berikutnya. Menutup pelajaran dapat dilakukan dengan cara-cara berikut ini:

1. Praktikan bersama siswa membuat ringkasan atau kesimpulan dari topik yang baru saja dipelajari secara lisan dan tertulis.

       2. Memberikan doronganpsikologi/social  Praktikan memberikan apresiasi terhadap apa yang telah dilaksanakan bersama selama proses     pembelajaran. Selain itu, praktikan hendaknya menunjukkan sumber-sumber lain untuk lebih memperdalam pemahaman siswa.

      3. Mengupayakan perolehan feedback Praktikan meminta siswa untuk menjawab pertanyaan atau mendemonstrasikan keterampilan baru yang telah diperolehnya pada akhir pelajaran untuk mengetahui ketercapaian indikator. Praktikan juga hendaknya memberikan kesempatan kepada siswa untuk berefleksi.

 

FORMAT OBSERVASI

KETERAMPILAN MEMBUKA DAN MENUTUP PELAJARAN SERTA KEMAMPUAN UMUM MENGAJAR

 

Nama Praktikan  :………………………

NIM                    :……………………....

Program Studi     :………………….......

 

No

KOMPONEN LATIHAN

SKOR

KOMENTAR

 

Membangkitkan perhatian Siswa

 

 

1

a.     Antusiasme dalam mengajar

1  2  3  4 5

 

b.     Media pembelajaran menarik

1  2  3  4 5

 

Menimbulkan motivasi

 

 

2

a.     Menimbulkan rasa ingin tahu

1  2  3  4 5

 

b.     Memanfaatkan perhatian siswa

1  2  3  4 5

 

3

Memberi Acuan

  •  
  • Memberi petunjuk tentanglangkah kegiatan

 

1  2  3  4 5

 

 

1  2  3  4 5

 

4

Menunjukkan kaitan

  • Membuat apersepsi yangmenarik
  • Hubungan antara tahap awal dan inti tampakjelas

 

1  2  3  4 5

 

 

1  2  3  4 5

 

Meninjau kembali

 

 

5

a.     Membuat ringkasan lisan

1  2  3  4 5

 

b.     Membuat ringkasan tertulis

1  2  3  4 5

 

6

Memberikan dorongan psikologi/social

  • Memberikan apersepsi kepadasiswa
  • Menunjukkan sumber lain yang bias dipelajari

 

1  2  3  4 5

 

 

1  2  3  4 5

 

7

Memberikan feed back

  • Meminta siswa untuk menjawab pertanyaan di akhir pelajaran untuk mengetahui ketercapaianindikator
  • Memberikan kesempatan kepada siswa untukberefleksi

 

1  2  3  4 5

 

 

 

1  2  3  4 5

 

Penguasaan materi

 

 

8

a.     Tidak terjadi miskonsepsi

1  2  3  4 5

 

b.     Tidak tergantung pada buku/catatan

1  2  3  4 5

 

Penampilan diri waktu latihan mengajar

 

 

9

a.     Penampilan fisik rapi

1  2  3  4 5

 

b.     Menyenangkan sekaligus berwibawa

1  2  3  4 5

 

 

10.

Manajemen Kelas

  • Mengelola waktu denganefisien
  • Mengelola situasi dan kondisikelas denganbaik

 

1  2  3  4 5

1  2  3  4 5

 

 

11.

Penggunaan bahasa dan tata tulis baku

  • Menggunakan bahasa baku, sesuai dengankonteks
  • Menggunakan tata tulisbaku

 

1  2  3  4 5

 

1  2  3  4 5

 

 

SKOR RATA-RATA

 

 

 

Padang Panjang,……………………… Observer,

 

…………...……..............……………….

Rambu-rabu Nilai :

1      = buruk sekali

2      = buruk

3      = sedang

4      = baik

5       = baik sekali

B.  Keterampilan Menjelaskan dan Memvariasikan Stimulus

Kegiatan menjelaskan dan memberikan stimulus yang variatif dan beragam dalam pembelajaran menjadi bagian penting dalam membantu pemahaman siswa selama pembelajaran untuk mencapai kompetensi  tertentu sesuai dengan tuntutan kurikulum. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam upaya menjelaskan dan memberi variasi stimulus adalah sebagai berikut :

1. Dalam orientasi, siswa harus mengetahui indicator dan hasil belajar yang akan dicapai melalui serangkaian kegiatan. Praktikan perlu mengantar   siswa pada pokok persoalan yang akan dibahas.

2. Dalam menjelaskan, praktikan memakai bahasa yang dapat dipahami oleh siswa dan jelas, dengan menggunakan susunan kalimat yang benar sesuai dengan kaidah berbahasa.

3. Siswa akan memperoleh pemahaman yang optimal apabila praktikan banyak memberikan contoh atau ilustrasi yang mencukupi, konkret, dan sesuai dengan topik yang dipelajari. Melalui contoh, siswa dapat diajak berpikir secara induktif untuk menuju konsep yang lebih umum atau memilih contoh atau ilustrasi dari konsep-konsep yang lebih umum

4. Struktur yangjelas Agar lebih membantu pemahaman siswa, materi yang akan dijelaskan ditata     dan     disampaikan     secara     sistematis. Praktikan     perlu mempertimbangkan peta konsep dari topic atau materi yang dipelajari.

5. Praktikan memnfaatkan feed back dari siswa sebagai dasar untuk menjelaskan konsep dengan mengajukan pertanyaan dan memeberikan komentar terhadap jawaban siswa. Praktikan memaknai ekspresi non- verbal siswa yang menunjukkan dipahami atau tidaknya suatu konsep.

6. Suara yang jelas Praktikan menyampaikan penjelasan dengan suara yang dapat disengar secara jelas oleh seluruh siswa baik volume maupun artikulasinya. Praktikan juga harus memperhatikan ritme dan intonasi yang bervariasi agar tetap isa mempertahankan perhatian siswa selama pembelajaran

7. Untuk lebih memusatkan perhatian siswa terhadap inti penjelasan dilakukan pemusatan dengan cara verbal dan non-verbal.

8. Praktikan memberikan waktu yang cukup bagi siswa untuk mencerna inti penjelasan terlebih untuk materi yang perlu mendapat perhatian khusus. Praktikan perlu mengetahui kapan harus memberikan jeda. Pemberian jeda yang mencukupi juga dilakukan pada saat perpindahan antar-materi.

9. Kontak mata antara praktikan dan siswa diperlukan untuk mengontrol interaksi antara praktikan dan siswa. Kontak mata tertuju pada seluruh siswa dan menunjukkan kesan simpatik dan ramah.

10. Ekspresi romanmuka Ekspresi wajah praktikan perlu menampakkan kesungguhan dan keramahan. Praktikan perlu menghindari gerakan, dan roman muka yang dapat mengganggu perhatian siswa.

11. Gerak gerik tangan penekanan padabagian-bagian Praktikan menggunakan gerak tangan secara bermakna dan tidak berlebihan untuk memberikan penekanan pada bagian-bagian yang penting dalam penjelasannya.

12. Gerak bebas praktikan dikelas Untuk lebih membagi perhatian yang merata kepada siswa dan mempertahankan perhatian siswa, praktikan perlu mempertimbangkan posisi yang tetap. Hal ini bisa dilakukan dengan berpindah tempat atau mendekati siswa. Gerak praktikan hendaknya tidak berlebihan dan dilakukan secara rileks dan bebas.

13. Praktikan hendaknya mengembangkan pola interaksi yang multi arah: praktikan-siswa, praktikan-kelompok siswa, siswa-siswa, siswa-kelompok siswa.

14. Penggunaan media konvensional yang berbasisteknologi

Untuk lebih memotivasi siswa dan mempermudah penyampaian penjelasan, praktikan menggunakan media baik yang konvensional yang berbasis teknologi.

 

FORMAT OBSERVASI

KETERAMPILAN MENJELASKAN DAN VARIASI STIMULUS SERTA SERTA KEMAMPUAN UMUM MENGAJAR

 

Nama Praktikan :…………………………..................

NIM  :………………………………………………………

Program Studi     :……………………………………….

 

No

KOMPONEN LATIHAN

SKOR

KOMENTAR

 

1

Orientasi

  • Menjelaskan indicator hasil belajaryang akandicapai
  • Menjelaskan pokok persoalan yang akan dibahas

 

1  2  3  4 5

 

 

1  2  3  4 5

 

Bahasa yang dapat dipahami siswa

 

 

2

a.     Sederhana dan jelas

1  2  3  4 5

 

b.     Susunan kalimat benar

1  2  3  4 5

 

Contoh/Ilustrasi

 

 

3

a.     Cukup banyak

1  2  3  4 5

 

b.     Konkret dan tepat

1  2  3  4 5

 

Struktur yang jelas

 

 

4

a.     Penataan materi secara sistematis

1  2  3  4 5

 

b.     Penyampaianan materi secara sistematis

1  2  3  4 5

 

5

Feed Back

  • Mengajukan pertanyaan dan memberikan komentar terhadap jawabansiswa
  • Merespon ekspresi non-verbalsiswa

 

1  2  3  4 5

 

 

 

1  2  3  4 5

 

Suara yang jelas

 

 

6

a.     Volumen dan Ritme

1  2  3  4 5

 

b.     Artikulasi dan intonasi

1  2  3  4 5

 

Pemusatan

 

 

7

a.     dengan cara verbal

1  2  3  4 5

 

b.     dengan cara non-verbal

1  2  3  4 5

 

Jeda/ Pause

 

 

8

a.     Waktu pemberian materitepat

1  2  3  4 5

 

b.     Durasi

1  2  3  4 5

 

Kontak mata

 

 

9

a.     Tertuju pada seluruh siswa

1  2  3  4 5

 

b.     Berkesan simpatik

1  2  3  4 5

 

10.

Ekspresi roman muka

a.     Ekspresif

 

1  2  3  4 5

 

 

 

b.     Gerakan mengganggu pada roman muka

1  2  3  4 5

 

 

Gerak gerik tangan

 

 

11.

a.     memperjelas arti

1  2  3  4 5

 

b.     tidak berlebihan

1  2  3  4 5

12

Gerak bebas praktikan di kelas

 

 

 

a.     tidak terpaku di satu tempat

1  2  3  4 5

 

b.     tidak berlebihan

1  2  3  4 5

13

Pola interaksi

 

 

 

a.     Praktikan- siswa

1  2  3  4 5

 

b.     Praktikan-kelompok siswa

1  2  3  4 5

14

Penggunaan media konvensional/ berbasis

 

 

 

teknologi

 

 

a.     Menggunakan media konvensional

1  2  3  4 5

 

b.     Menggunakan media berbasis teknologi

1  2  3  4 5

15

Penguasaan materi

 

 

 

a.     Tidak terjadi miskonsepsi

1  2  3  4 5

 

b.     Tidak tergantung pada buku/catatan

1  2  3  4 5

16

Penampilan diri waktu latihan mengajar

 

 

 

a.     Penampilan fisik rapi

1  2  3  4 5

 

b.     Menyenangkan sekaligus berwibawa

1  2  3  4 5

17

Manajemen Kelas

  • Mengelola waktu denganefisien
  • Mengelola situasi dan kondisikelas denganbaik

 

 

 

1  2  3  4 5

 

1  2  3  4 5

18

Penggunaan bahasa dan tata tulis baku

  • Menggunakan bahasa baku sesuai dengankonteks
  • Menggunakan tata tulisbaku

 

 

 

1  2  3  4 5

 

1  2  3  4 5

Skor rata rata

 

 

Rambu-rambu nilai :

1      = buruk sekali

2      = buruk

3      = sedang

4      = baik

5       = baik sekali

 

                                             Padang panjang,……………………… Observer,

 

                                                              ………...…………………….

 

C. Keterampilan Bertanya dan Memberi Penguatan

Kegiatan bertanya dalam pembelajaran bertujuan agar siswa dapat meningkatkan kemampuan berpikirnya, keterlibatannya di dalam kelas dan memperoleh lebih banyak pengetahuan. Sedangkan memeberi penguatan merupakan hal yang secara langsung berkaitan dengan keterampilan bertanya sebagai tanggapan guru atas respon siswa. Kegiatan memebri penguatan berguna untk meningkatkan perhatian siswa, membangkitkan dan  memelihara motivasi dan mendorong munculnya tingkah laku yang positif.  Hal yang perlu diperhatikan dalam upaya dan memberi penguatan antara lain:

1. Mengajukan pertanyaan dengan jelas dansingkat

Pertanyaan hendaknya diajukan secara jelas, artinya terlihat jelas hal atau pokok yang ditanyakan. Kalimat yang digunakan singkat (tidak  berbelit belit dan terlalu panjang) dengan bahasa yang sederhana atau konkret.

 

2. Menggunakan Teknikbertanya

Teknik bertanya diperlukan untuk menggiring siswa pada pokok persoalan khususnya jika jawaban siswa dipandang kurang tepat. Dengan demikian, guru dapat menuntun siswa menuju jawaban yang sesuai. Perlu diingat bahwa guru hendaknya menghindari pengulanagn pertanyaan sendiri, mengulangi jawaban siswa, menjawab pertanyaan sendiri dan memancing jawaban serentak siswa

3. Memberikan waktuberpikir

Setelah mengajukan pertanyaan, guru hendaknya memberikan waktu untuk berpikir bagi siswa selama beberapa detik sebelum menunjuk seorang siswa untuk bertanya. Hal ini penting dilakukan agar siswa mempunyai cukup waktu untuk memahami pertanyaan dan menyususn jawaban.

4. Memindahkan giliran kepada siswalain

Pemindahan gilran kepada siswa dilakukan bila satu pertanyaan belum terjawab dengan tuntas oleh seorang siswa. Selain itu, guru juga perlu melakukan penyebaran ertanyaan dengan merata dan tidak terpusat pada siswa tertentu. Dalam hal ini, pertanyaan yang berbeda diajukan untuk siswa yang berbeda pula.

5. Jawaban siswa tentu harus ditanggapi dengan baik dengan menghindarikomentar negative yang bernada menghina atau mengejek serta tidak memaksakan jawaban guru

6. Mengajukan pertanyaan yangbermutu

Pertanyaan yang diajukan jangan hanya bersifat hafalan saja tetapi juga pertanyaan sulit, misalnya meminta siswa memberikan alas an, memebrikan klarifikasi, menganalisa, ataupun mengevaluasi sesuatu hal. Guru harus terbuka dan memebrikan pengarahan terhadap kemungkinan jawaban yang beragam.

7. Penguatan verbal dapat disampaikan dengan kata-kata ( ya, tepat, benar, bagus, betul) maupun dengan kalimat (jawabanmu bagus, kamu  menjawab dengan sistematis, dll). Penguatan hendaknya bervariasi tidak hanya dengan kata-kata atau kalimat yang sama setiap saat. Waktu pemberian penguatan yang tepat yaitu sesegera mungkin setelah siswa berhasil menjawab, sehingga dapat memotivasi siswa.

8. Penguatan non-verbal dapat berupa mimic atau gerakan tubuh (mengacungkan ibu jari, mengangguk, tersenyum), mendekati  siswa sambil menuntun jawaban, symbol/tanda benar, dan kegiatan menyenangkan (ditunjuk menjadi ketua kelompok diskusi). Jawaban siswa yang kurang hendaknya tidak ditanggapi dengan negative tetapi tetap diberi penguatan, misalnya “jawaban kamu baik, tetapi kurang lengkap”. Selain diberikan dengan bentuk beragam, penguatan ini juga disampaikan dengan sesegera mungkin.

9. Cara memberikanpengauatan

Penguatan yang diberikan hendaknya dilakukan dengan kesungguhan penuh ketulusan dan bukan hanya basa basi. Gaya guru yang hangat dengan suara, gerakan, ataupun mimik akan memacu semangat siswa.

 

FORMAT OBSERVASI

KETERAMPILAN BERTANYA DAN MEMBERI PENGUATAN SERTA KEMAMPUAN UMUM MENGAJAR

 

Nama Praktikan  :………………………………..........

NIM  :………………………………………………………

Program Studi  :………………………………............

 

No

KOMPONEN LATIHAN

SKOR

KOMENTAR

 

Mengajukan pertanyaan yang jelas dan

 

 

1

singkat

 

 

a.     Pertanyaan jelas

1  2  3  4 5

 

b.     Pertanyaan sederhana dan konkret

1  2  3  4 5

 

Menggunakan teknik bertanya

 

 

2

a.     Teknik menuntun

1  2  3  4 5

 

b.     Teknik menggali

1  2  3  4 5

 

3

Memebrikan waktu berpikir

  • Membertikan jeda di akhir pertanyaan sebelummenunjuk siswa
  • Durasi jeda maksimal 5detik

 

1  2  3  4 5

 

 

1  2  3  4 5

 

4

Memindahkan giliran ke siswa lain

  • Memindahkan pertanyaan ke siswa lain jika pertanyaan belumterjawab
  • Melakukan penyebaranpertanyaan denganmerata

 

1  2  3  4 5

 

 

1  2  3  4 5

 

Menangggapi jawaban

 

 

5

a.     Menghargai jawaban siswa

1  2  3  4 5

 

b.     Tidak memaksakan jawaban guru

1  2  3  4 5

 

Mengajukan pertanyaan yang bermutu

 

 

6

a.     Mendorong siswa berpikir kritis

1  2  3  4 5

 

b.     Menghargai  jawaban beragam

1  2  3  4 5

 

Penguatan mental

 

 

7

a.     Bervariasi

1  2  3  4 5

 

b.     Diberikan pada saat yang tepat

1  2  3  4 5

 

Penguatan non-verbal

 

 

8

a.     Bervariasi

1  2  3  4 5

 

b.     Diberikan pada saat yang tepat

1  2  3  4 5

 

 

Cara memberikan penguatan

 

 

9

a.     antusias

1  2  3  4 5

 

b.     bermakna

1  2  3  4 5

 

Penguasaan materi

 

 

10.

a.     Tidak terjadi miskonsepsi

1  2  3  4 5

 

b.     Tidak tergantung pada buku/catatan

1  2  3  4 5

 

Penampilan diri waktu latihan mengajar

 

 

11.

a.     Penampilan fisik rapi

1  2  3  4 5

 

b.     Menyenangkan sekaligus berwibawa

1  2  3  4 5

12

Manajemen Kelas

  • Mengelola waktu denganefisien
  • Mengelola situasi dan kondisikelas denganbaik

 

 

 

1  2  3  4 5

 

1  2  3  4 5

13



Info

Copyright © 2016 UMSB.